Ini Alasan Utama Partai Gerindra "Sakit Hati" kepada Ridwan Kamil

Kompas.com - 27/04/2017, 05:32 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai berkunjung ke kantor DPKLTS, Jalan Riau, Jumat (21/4/2017) KOMPAS. com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai berkunjung ke kantor DPKLTS, Jalan Riau, Jumat (21/4/2017)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Partai Gerindra dipastikan tidak akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur dalam Pilkada Jabar 2018 mendatang. 

Salah satu alasan kuat tertutupnya pintu dukungan Gerindra untuk Ridwan Kamil adalah deklarasi yang dilakukan oleh Partai Nasdem kepada orang nomor satu di Kota Bandung tersebut.

Baca juga: Ketua DPP Gerindra Anggap Ridwan Kamil Kurang Beretika

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dianggap menyalahi etika dalam berpolitik kepada partai yang mendorongnya ke Pilkada Kota Bandung 2013 lalu. 

"Persoalannya adalah etika. Bulan Februari lalu Pak Ridwan Kamil mengakui perahunya Gerindra dan tidak akan pernah melupakan Gerindra, bahkan mempersilakan Gerindra mengklaim keberhasilannya. Beliau katakan itu saat hadir pada ulang tahun Gerindra di kantor DPD. Tiba-tiba beliau menerima pinangan untuk dideklarasikan bahkan hadir di deklarasi Partai Nasdem," kata Bucky Wikagoe, wakil ketua bidang OKK DPD Partai Gerindra Jawa Barat di D'Palm cafe, Jalan Lombok, Kota Bandung, Rabu (26/4/2017) malam.

Bucky menambahkan, DPD Partai Gerindra Jawa Barat tidak akan mempermasalahkan jika waktu itu Ridwan Kamil tidak hadir dalam deklarasi. 

"Kalau pengakuannyaa tidak enak kalau tidak menghadiri (deklarasi), harusnya beliau juga merasa tidak enak kepada Partai Gerindra," ujarnya. 

Selain itu, tertutupnya dukungan Partai Gerindra untuk Ridwan Kamil lantaran dapat dipastikan partai berlambang kepala burung garuda ini tidak akan berkoalisi dengan Partai Nasdem karena jelas misi keduanya sangat berseberangan.

"Nasdem mengajukan tiga syarat kepada Ridwan Kamil, di antaraanya adalah tidak bergabung (menjadi kader) di parpol dan mendukung Jokowi menjadi Presiden RI 2019, ini yang sangat mengganggu Gerindra.

Pendapat serupa disampaikan Mulyadi, ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat.

"Kami tidak bisa menerima kalau mengusung calon presiden di luar Pak Prabowo. Kata kuncinya misi kita di Gerindra akan mengusung Pak Prabowo menjadi presiden di Pemilu 2019," sambungnya.

Baca juga: Ini Alasan Gerindra Tak Mungkin Usung Ridwan Kamil pada Pilkada Jabar 2018

Lebih lanjut Mulyadi menambahkan, beberapa kali pula Ridwan Kamil diminta langsung olehnya untuk menjadi kader Partai Gerindra agar pengusungan sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Jabar 2018 berjalan mulus. Pasalnya, menurut Mulyadi, ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat memprioritaskan untuk mengusung Emil.

"Saya sudah ingatkan beliau (Ridwan Kamil), karena beliau sudah berjanji kalau sudah jadi wali kota akan menjadi kader. Saya sudah ingatkan beliau adalah prioritas. Kalau beliau mau jadi kader, (Pilkada) Jawa Barat selesai. Tapi ternyata di perjalanan beliau tidak secara tegas untuk menjadi kader. Malah bilang mau diusung Partai Nasdem. Sudah sangat tipis beliau masuk Gerindra," tandasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Regional
Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Regional
Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Regional
5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

Regional
Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Regional
Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Regional
Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Regional
'Rapid Test', 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

"Rapid Test", 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

Regional
Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Regional
RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X