Ekskavasi untuk Situs Purbakala yang Ditemukan di Malang Disiapkan

Kompas.com - 26/04/2017, 17:05 WIB
Pahatan arca yang ditemukan di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Rabu (26/4/2017). KOMPAS.com / Andi HartikPahatan arca yang ditemukan di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Rabu (26/4/2017).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur, mulai menyiapkan langkah ekskavasi untuk penemuan situs purbakala di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur, Andi Muhamad Said, menduga, masih ada banyak situs purbakala yang terpendam di lokasi tersebut.

Selain itu, situs yang disebut sebagai petirtaan atau pemandian suci zaman terdahulu itu belum diketahui bentuk aslinya.

"Kami analisa data awal dulu. Baru kita nanti lakukan ekskavasi. Kemungkinan besar, saya curiga ini (temuan situs) nyambung semua," katanya saat melihat lokasi penemuan situs itu, Rabu (26/4/2017).

Andi mengatakan, butuh perencanaan untuk melakukan proses eskavasi, terutama soal anggaran. Apalagi, anggaran yang ada di BPCB sudah dianggarkan untuk setiap kegiatan yang sudah direncanakan.

"Tapi kalau Pemda menyiapkan anggaran, kami siap kapan pun," ucapnya.

(Baca juga: Situs Purbakala yang Diduga Bekas Kolam Permandian Ditemukan di Malang)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, temuan situs itu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus ada penelitian lebih lanjut, terutama terkait dengan usia situs tersebut.

"Kajiannya ini panjang," imbuhnya.

Sementara itu, selama menunggu proses ekskavasi dilakukan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk tidak merusak temuan situs itu. Sebab semenjak ada penemuan situs itu, warga sekitar silih berganti berdatangan untuk melihatnya.

Sejumlah situs purbakala ditemukan di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Senin (24/4/2017).

Situs itu pertama kali ditemukan oleh Rahmad Yasin (25), warga setempat. Diduga, ada tiga kolam yang ada di area penemuan situs itu dan saling berhubungan, sedangkan setiap kolam memiliki dinding dengan pahatan yang berbeda.

(Baca juga: Lokasi Situs Purbakala di Malang Diduga Tempat Suci pada Zamannya)

 

Kompas TV Struktur Batu Dipercaya Merupakan Peninggalan Majapahit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.