Hakim dan Pengacara Berharap Kasus Anak Gugat Orangtua di Garut Berakhir Damai

Kompas.com - 26/04/2017, 13:48 WIB
Siti Rokayah (85) alias Amih ibu yang digugat anak Rp 1,8 miliar saat berada di rumah anak bungsunya Leni di Muara Sanding, Kabupaten Garut, Kamis (30/3/2017). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASiti Rokayah (85) alias Amih ibu yang digugat anak Rp 1,8 miliar saat berada di rumah anak bungsunya Leni di Muara Sanding, Kabupaten Garut, Kamis (30/3/2017).
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com - Djohan Djauhari, pengacara Siti Rokayah, ibu yang digugat anaknya Rp 1,8 miliar, menilai, jika kasus itu berlanjut hingga vonis maka bakal menjadi serjarah kelam peradilan di Indonesia.

Sebab, kata Djohan, rata-rata kasus keluarga tersebut biasanya berakhir damai di pengadilan.

"Saya lihat di Indonesia the spot, ada tiga kasus gugatan anak kepada ibunya di Indonesia, semuanya berakhir damai. Kalau (kasus Siti Rokayah) sampai vonis, ini jadi sejarah kelam buat peradilan. Saya tidak ingin terlibat dalam sejarah kelam," jelas pengacara senior di Garut tersebut yang juga dosen di Sekolah Tinggi Hukum Garut saat memberikan tanggapan dalam gugatan intervensi yang merupakan kelanjutan persidangan anak gugat orangtua, Rabu (26/4/2017).

Baca juga: Pengacara Penggugat Orangtua Rp 1,8 Miliar Ancam Mundur jika Tak Berdamai

Endratno Rajamai, ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan menegaskan, pihaknya telah menyiapkan sesuatu yang akan disampaikan jika para pihak hadir.

"Saya tahan omongan saya sekarang karena prinsipal tidak hadir. Saya simpan ada tiga sampai empat hal yang saya simpan hanya untuk prinsipal. Susah dapatnya ini, saya nyari lama," katanya di depan persidangan.

Menurut Raja, pada akhir pekan lalu, ia pulang ke kampung halamannya di Aceh. Saat di Aceh, ia bertemu dengan seorang imam besar. Sang imam mendoakan agar masalah ini bisa berakhir damai.

"Jadi sempat ada doa bersama dipimpin imam besar di sana, agar kasus ini bisa damai," katanya.

Raja sendiri sangat berharap kasus ini bisa diselesaikan secara damai. Pengadilan Negeri Garut pun siap memfasilitasi segala hal untuk mediasi kasus ini dari mulai ruangan, mediator handal hingga ulama.

Jopie Gilalo, penasihat hukum Handoyo dan Yani, anak yang menjadi penggugat, menegaskan akan berupaya mengarahkan kliennya untuk berdamai.

"Saya mengenal penggugat sejak kelas 3 SD, dan saat ini terus berpikir bagaimana caranya agar bisa menyampaikannya kepada penggugat," katanya.

Baca juga: Ibu yang Didugat Anaknya Rp 1,8 Miliar Masuk Rumah Sakit

Mendengar pernyataan Jopie, majelis hakim pun langsung menimpalinya dengan menegaskan bahwa majelis hakim akan mendoakan agar kuasa hukum bisa menyampaikan damai kepada penggugat.

"Apalagi (pengacara dan penggugat) sudah kenal sejak kelas 3 SD," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Regional
Kelompok 'Banteng Lawas' Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Kelompok "Banteng Lawas" Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Regional
Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Regional
Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Regional
Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

Regional
Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Regional
30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

Regional
Menyoal Mayat Perempuan Hangus Dalam Mobil Terbakar di Sukoharjo, Ada Selotip di Tangan dan Luka di Dahi

Menyoal Mayat Perempuan Hangus Dalam Mobil Terbakar di Sukoharjo, Ada Selotip di Tangan dan Luka di Dahi

Regional
'Saya Percaya Kematian Anak Saya Tak Sia-sia karena Membela Ibunya'

"Saya Percaya Kematian Anak Saya Tak Sia-sia karena Membela Ibunya"

Regional
Masih Zona Oranye, Lebak Perpanjang PSBB hingga 19 November 2020

Masih Zona Oranye, Lebak Perpanjang PSBB hingga 19 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X