Sungai Bengawan Madiun Meluap, Jalan Kwadungan-Kendung Terputus - Kompas.com

Sungai Bengawan Madiun Meluap, Jalan Kwadungan-Kendung Terputus

Kompas.com - 24/04/2017, 11:45 WIB
handout/Eko Setyo Martono Anggota kepolisian melakukan patroli pengamanan titik jalan raya yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Senin (24/4/2017) pagi.

NGAWI, KOMPAS.com - Akses jalan raya kecamatan yang menghubungkan Kwadungan-Kendung tertutup menyusul luapan Sungai Bengawan Madiun, Senin (24/4/2017) pagi.

Air sungai Bengawan Madiun meluap setelah hujan deras mengguyur sejak Minggu (23/4/2017) siang hingga malam di wilayah Madiun, Ponorogo, Magetan dan Ngawi.

"Akibat luapan Sungai Bengawan Madiun, akses jalan raya kecamatan yang menghubungkan Kwadungan-Kendung tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat," ujar Kasubag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, Senin (24/4/2017) pagi.

Eko mengatakan, akses jalan itu tertutup setelah banjir dengan intensitas sedang melanda wilayah Kecamatan Kwadungan sejak pukul 01.20 WIB.

Banjir melanda permukiman, jalan dan sawah setelah air Sungai Bengawan Madiun meluap pasca-hujan deras. Tak hanya akses jalan yang tertutup, kata Eko, luapan air sungai juga merendam lahan tanaman padi milik petani yang berusia dua bulan.

Dilaporkan, lahan pertanian yang terendam banjir di Desa Warokkalong, Simo, Dinden, Porwosari dan Kendung.

"Sementara untuk korban jiwa tidak ada," ungkap Eko.

Terhadap bencana itu, Eko mengatakan, anggota Polsek Kwadungan melakukan pengamanan di titik jalan raya yang terdampak banjir. Selain itu, anggota juga memasang rambu petunjuk jalur alternatif bagi pengguna jalan. 

(Baca juga: Kisah Pemuda 24 Tahun di Madiun yang Menikah dengan Nenek 67 Tahun)

 

 

Kompas TV Tape ketan atau brem asal Madiun ini memiliki cara unik dalam menikmatinya. Pecinta kuliner bisa menikmati brem dengan cara dimasak dan dimakan bersama ikan.


EditorCaroline Damanik

Close Ads X