Polisi di Bali "Sweeping" Petugas Keamanan yang Tidak Resmi

Kompas.com - 23/04/2017, 10:57 WIB
Lomba Ketrampilan Satpam yang diadakan oleh Abujabi (Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan) bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya di lingkungan area Polda Metro Jaya pada Sabtu (22/12/2012) KOMPAS.com/ALSADAD RUDILomba Ketrampilan Satpam yang diadakan oleh Abujabi (Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan) bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya di lingkungan area Polda Metro Jaya pada Sabtu (22/12/2012)
|
EditorFidel Ali

DENPASAR, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali gencar melakukan "sweeping" preman dan security tidak bersertifikat. Seperti yang dilakukan pada Sabtu (22/4/2017).

Melalui tim premanisme Polresta Denpasar, razia dilakukan di sejumlah tempat hiburan malam.

Sweeping dilakukan tengah malam mulai pukul 23.00 Wita, dimulai dari wilayah Denpasar Barat.

Dari penyisiran ini polisi berhasil mengamankan 2 orang. Keduanya orang tersebut disinyalir menjadi security tidak resmi atau preman yang menjaga keamanan di tempat hiburan malam.

Dari sweeping di Kafe Asri, Kafe Chaca, Mahendradatta dan di Kafe Wisata Bali polisi mengamankan security freelance dari salah satu ormas berinisial IG (34).

"BB yang diamankan berupa 1 satu buah pisau lipat bergerigi," kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengki Wijaya.

Setelah Denpasar Barat, sweeping dilanjutkan kw wilayah Denpasar Selatan. Bertempat di Kafe Pandawa Jalan Bypass Ngurah Rai, Suwung Kauh, Denpasar Selatan, tim premanisme mengamankan seseorang pria berinisial D (35) dari tangannya juga berhasil diamankan barang bukti berupa senjata tajam.

Baca: Penghargaan Tinggi Kapolri untuk Satpam

Dijelaskan Hengki, langkah ini dilakukan sebagai bukti bahwa Polda Bali serius memberantas premanisme dan mulai tertibkan security tidak resmi. Security menurutnya harus terlatih dan beribadah pelatihan satpam.

"Diharapkan Satpam mampu melaksanakan tugas Kepolisian secara fisik dan profesional di Lingkungan tugas masing-masing," kata Hengki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X