Keluarga Korban Tanah Longsor Ponorogo Masih Was-was...

Kompas.com - 22/04/2017, 07:45 WIB
TINGGAL DI BARAK--Keluarga korban tanah longsor Ponorogo tinggal di barak pengungsian yang dibangun TNI AD di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jumat ( 21/2/2017) sore. Muhlis Al AlawiTINGGAL DI BARAK--Keluarga korban tanah longsor Ponorogo tinggal di barak pengungsian yang dibangun TNI AD di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jumat ( 21/2/2017) sore.
|
EditorCaroline Damanik

PONOROGO, KOMPAS.com - Kendati sudah enam hari tinggal di kamar barak pengungsian, sejumlah keluarga korban masih was-was bila hujan deras mengguyur Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Apalagi, tiga hari yang lalu, banjir bandang berisi material longsoran tanah dari bukit mengubur dua rumah di sektor D.

"Kalau hujan biasanya pada di luar rumah. Kami masih takut kalau ada longsor lagi," kata Suparning, salah satu pengungsi yang ditemui di barak pengungsian di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jumat (21/4/2017) sore.

Dia mengatakan, saat hujan mengguyur, terkadang dia tidak bisa tidur karena khawatir bakal terjadi bencana susulan. Apalagi barak pengungsian berada sekitar 50-an meter dari lokasi bencana tanah longsor.

Hanya saja Suparning mengaku lebih nyaman tinggal di barak ketimbang menginap di rumah warga. Pasalnya, barak pengungsian lebih memberikan privasi dan kenyamanan warga.

(Baca juga: Pelajaran Kehidupan dari Anak-anak Korban Tanah Longsor Ponorogo)

Senada dengan Suparning, Yahmi (60) yang pindah ke barak pengungsian dengan anaknya, Sareh (30), sepekan lalu, juga masih trauma dengan bencana yang menimbun 32 rumah warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia dan keluarga makin khawatir ketika hujan mengguyur lokasi barak pengungsian. Mereka menyaksikan sendiri banjir bandang menghanyutkan tiga rumah di Dusun Krajan, Rabu (19/4/2017), dan membawa lumpur ke bawah.

Butuh normalisasi

Muhlis Al Alawi BUTUH NORMALISASI --Di sektor inilah warga membutuhkan normalisasi kali agar tanah longsor susulan dan banjir bandang tidak menerjang rumah warga yang berada di bawahnya.
Agar tanah longsor susulan tidak lagi terjadi sehingga bisa mengubur rumah warga dan fasilitas pemerintah yang berada di sektor D, warga Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo membutuhkan normalisasi kali yang berada di sektor itu.

"Di sektor D dibutuhkan normalisasi kali agar bisa menghambat laju tanah bila terjadi longsor susulan dari atas. Masalahnya di sekitar sektor D masih banyak pemukiman warga dan fasilitas pemerintah seperti kantor desa, gedung sekolah dan polindes," ujar Kepala Desa Banaran, Sarnu, Jumat sore.

Sarnu menuturkan, normalisasi kali dengan melebarkan dan membuat lebih dalam sungai yang sudah ada. Pasalnya bila longsor susulan atau banjir bandang terjadi maka dengan kondisi sungai saat ini tidak akan mungkin menampung material yang jatuh dari bukit.

Dia mengatakan, persoalan itu sudah disampaikan kepada pemerintah kabupaten. Namun hingga saat ini normalisasi belum dilakukan pemerintah.

Sarnu menyebutkan, warga yang memiliki rumah tinggal di sektor D dan sekitarnya merasa was-was bila terjadi longsor susulan dan banjir bandang.

(Baca juga: Lokasi Longsor Ponorogo Ditetapkan sebagai Zona Merah)

 

 

Kompas TV Namun, terdeteksi akan ada bencana longsor susulan, petugas pun meminta semua tim untuk berhenti melakukan pencarian dan menyelamatkan diri.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.