Kompas.com - 21/04/2017, 22:33 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso saat hendak menghadiri Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di markas Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (21/4/2017) Kontributor Malang, Andi HartikKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso saat hendak menghadiri Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di markas Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (21/4/2017)
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan, legalisasi ganja untuk kesehatan atau keperluan medis di Indonesia tidak boleh terjadi.

Bahkan, Budi Waseso menyebutkan bahwa pihak-pihak yang menginginkan adanya legalisasi ganja untuk kesehatan sebagai pihak yang ingin menghancurkan negara.

"Tidak ada wacana. Daun ganja tidak boleh dilegalisasikan. Tidak ada di Indonesia. Justru orang-orang yang berpikir gitu adalah orang-orang yang berpikir untuk percepatan kehancuran negara," katanya dalam Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Markas Divisi Infanteri 2 Konstrad, Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (21/4/2017).

Baca juga: Akhir Perjuangan Fidelis Merawat Sang Istri dengan Ganja (Bagian 6)

Tidak hanya itu, Budi Waseso menganggap, sejumlah pihak yang menginginkan legalisasi ganja untuk keperluan medis sebagai pengkhianat bangsa.

"Jadi kalau itu bangsa Indonesia yang berbicara itu, itu adalah pengkhianat bangsa. Itu harus diwaspadai. Orang yang bicara itu, kalau dia bangsa Indonesia, itu pengkhianat bangsa. Jadi kita harus waspadai. Itu tidak boleh terjadi," tandasnya.

Dalam paparannya selama sosialisasi, Budi Waseso sempat menyebut ada LSM yang mendukung upaya legalisasi ganja di Indonesia. Ia menyebut LSM itu berpihak ke luar negeri karena dukungannya terhadap legalisasi ganja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau perlu kelompok ini keluar dari Indonesia. Atau bergabung dengan kelompok jaringan (narkotika) biar gampang memberantasnya," katanya.

Sayang, Budi Waseso enggan menyebut nama LSM dimaksud.

"Tahu sendiri lah. Siapa LSM tidak perlu dijelaskan," katanya dalam sesi wawancara.

Baca juga: Tanam Ganja untuk Pengobatan Istri, Fidelis Tak Seharusnya Ditangkap dan Dibui

Wacana legalisasi ganja untuk kesehatan sempat mencuat setelah ada penangkapan terhadap Fidelis Ari, seorang PNS di Kalimantan Barat. Fidelis kedapatan menanam ganja di belakang rumahnya untuk keperluan istrinya yang didiagnosa dokter mengidap penyakit syringomyelia atau kista di sumsum tulang belakang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X