Kompas.com - 21/04/2017, 14:29 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat berziarah di makam RA Kartini di Rembang, Jumat (21/4/2017) Kompascom/Nazar NurdinMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat berziarah di makam RA Kartini di Rembang, Jumat (21/4/2017)
|
EditorCaroline Damanik

REMBANG, KOMPAS.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menangis ketika berziarah di Makam Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini tepat di hari peringatan Kartini, Jumat (21/4/2017).

Khofifah yang mengenakan baju putih berziarah ke makam yang berada di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Khofifah mengenang jasa mendiang yang berjasa memperkenalkan kesetaraan wanita di Indonesia.

Ketua umum Muslimat Nahdlatul Ulama ini juga memimpin upacara doa untuk pahlawan nasional ini. Doa ziarah juga disertai dengan upacara tabur bunga, hingga pembacaan tahlil.

"Tadi kan enggak mau mimpin doa, akhirnya tadi saya bersedia. Di doa saya meminta antara lain, 'ya Allah tolong habulkan hajat kami, ibu-ibu Indonesia, perempuan-perempuan Indonesia, jauhkan kami dari kebodohan dan kemiskinan, jauhkan dari ketertinggalan," kata Khofifah seusia berziarah.

Khofifah mengaku, doa-doa muncul seketika ketika berada di dekat nisan mendiang Kartini. Doa-doa itu tidak dipersiapkan sebelumnya.

"Ini (doa) kan sebetulnya munculnya seketika ketika saya di makam RA Kartini. Moga diijabahi oleh Allah," kata dia.

(Baca juga: Kisah Sri Hartini, "Kartini" Penjaga Hutan Adat yang Pegang Teguh Pesan Ayah)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain berziarah, Khofifah juga menyempatkan diri untuk meresmikan makam RA Kartini sebagai Destinasi Wisata Ziarah Nasional.

Selain itu, dia juga menyerahkan bantuan kaki palsu dan kursi roda kepada sejumlah penyandang disabilitas dan meninjau layanan internet cepat di kompleks area pemakaman. Area internet ini bisa dinikmati pengunjung selama 24 penuh.

Area makam juga dibangun perpustakaan digital dengan buku-buku karya RA Kartini seperti habis gelap terbitlah terang, hingga novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, lalu buku mata pelajaran sekolah. Kompleks makam juga nantinya akan dilengkapi dengan pembangunan embung.

Kartini lahir di Mayong, Jepara 21 April 1879. Ia meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Kartini ditangkat menjadi pahlawan nasional atas Keputusan Presiden No 108 tahun 1964, sejak 2 Mei 1964.

(Baca juga: Hari Kartini, Peselancar Perempuan Surfing dengan Mengenakan Kebaya)

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.