Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Lain Kasus Pembunuhan di Pangkalan Bun

Kompas.com - 20/04/2017, 13:38 WIB
Ilustrasi KOMPASIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Polisi mengenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana terhadap Muhammad atau Mhd (27), tersangka pembunuhan seorang pemuda bernama Aris Dewantoro (27) di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Namun polisi masih kesulitan mengungkap seorang lagi tersangka yang masih menjadi DPO.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kabupaten Kotawaringin Barat AKBP Pria Premos terkait kasus pembunuhan sadis yang terjadi pada Sabtu (8/4/2017) lalu, dalam rilis pengembangan penyidikan kasus ini di Mapolres Polres Kotawaringin Barat, di Pangkalan Bun, Kamis (20/4/2017).

Baca juga: Ini Motif Pembunuhan Satu Keluarga dengan Cara Dibakar di Medan

Premos menyebut, Mhd bersikeras bahwa ia adalah pelaku tunggal. Padahal, barang bukti dan keterangan saksi-saksi menunjukkan pelakunya dua orang.

"Yang sekarang jadi DPO, yang sudah kita kantongi namanya, ini sangat signifikan untuk melumpuhkan korban. Dialah yang pertama kali melumpuhkan korban, terlentang, baru dihajar sama tersangka atas nama Mhd ini," jelas Premos.

Ada dua barang bukti berupa sarung celurit di lokasi kejadian, yang menguatkan polisi pelakunya berdua. Sementara, celurit sudah dibuang para pelaku saat melarikan diri.

Kompas.com yang coba mengonfirmasi langsung kepada tersangka pun mendapat jawaban serupa. Tersangka bergeming dengan pengakuannya bahwa ia sendiri yang menghabisi Aris, warga Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, itu.

Ada dugaan MHD hanya ingin menanggung risiko pembunuhan ini sendiri setelah dendamnya terbalaskan meski dengan bantuan orang lain juga.

Dibuntuti sebelum dibunuh

Polisi yakin pembunuhan ini dilakukan terencana karena korban sebelumnya sudah diincar. Menurut Premos, tersangka dan seorang temannya membuntuti korban saat mengendarai sepeda motor berboncengan dengan seorang perempuan berinisial SU.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Ditunda gara-gara Bupati Tak di Lokasi, Satgas Covid-19 Sumbar: Tak Masuk Akal

Vaksinasi Ditunda gara-gara Bupati Tak di Lokasi, Satgas Covid-19 Sumbar: Tak Masuk Akal

Regional
Update: 46 Orang Meninggal akibat Gempa Mamuju dan Majene

Update: 46 Orang Meninggal akibat Gempa Mamuju dan Majene

Regional
Ini Motif Pelaku Pembunuh Mahasiswa Telkom yang Jasadnya Ditemukan Terlilit Kasur dan Terbungkus Plastik di Karawang

Ini Motif Pelaku Pembunuh Mahasiswa Telkom yang Jasadnya Ditemukan Terlilit Kasur dan Terbungkus Plastik di Karawang

Regional
Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Regional
Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X