Bunga Rafflesia Berkelopak 6 Mekar Sempurna di Bengkulu

Kompas.com - 20/04/2017, 11:43 WIB
Bunga Rafflesia arnoldii mekar di Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Minggu (9/3/2014). Tidak seperti umumnya raflesia dengan lima kelopak, raflesia ini berkelopak enam. Diperlukan komitmen kuat banyak pihak untuk menjaga habitat asli bunga terbesar di dunia ini.
KOMPAS/ADHITYA RAMADHANBunga Rafflesia arnoldii mekar di Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Minggu (9/3/2014). Tidak seperti umumnya raflesia dengan lima kelopak, raflesia ini berkelopak enam. Diperlukan komitmen kuat banyak pihak untuk menjaga habitat asli bunga terbesar di dunia ini.
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com - Kawasan hutan Bukit Barisan Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan peristiwa langka, Kamis (20/4/2017). Sebabnya, bunga Rafflesia arnoldii berkelopak enam mekar sempurna di hutan sekitar Desa Taba Teret itu.

"Hari ini pengunjung ramai karena rafflesia dengan enam kelopak memang langka, umumnya berkelopak lima," kata Gilang Ibnu, warga Desa Taba Teret yang menemukan bunga tersebut mekar di dalam kawasan hutan.

Lokasi bunga mekar berjarak 48 kilometer dari Kota Bengkulu dapat ditempuh selama satu jam menggunakan sepeda motor.

Dari badan jalan raya, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sejauh 20 meter ke dalam hutan untuk menyaksikan keunikan bunga terbesar di dunia itu.

Gilang bersama rekannya yang membentuk kelompok peduli rafflesia telah membuat papan pengumuman di tepi jalan raya untuk memudahkan pengunjung menemukan lokasi itu.

"Kami juga sudah membuat jalan setapak guna memudahkan pengunjung menuju lokasi habitat bunga," katanya menambahkan.

Seorang pengunjung, Jeni Rama mengatakan kesempatan menyaksikan bunga rafflesia dengan enam kelopak cukup langka sehingga dia bersama sejumlah temannya berkunjung ke habitat bunga itu.

"Sangat unik dan ini peristiwa langka ada rafflesia dengan enam kelopak, biasanya hanya lima," ujarnya.

Kesempatan langka itu pun diabadikan sejumlah pengunjung dengan berfoto bersama bahkan dengan swafoto atau "selfie".

Untuk memasuki kawasan itu, para pengunjung tidak dipungut biaya, namun disediakan kotak sumbangan sukarela yang dananya akan digunakan untuk mengawasi dan mengamankan hutan tempat tumbuh bunga itu.

Gilang mengatakan, selama beberapa hari ke depan, kecantikan dan keunikan bunga yang menjad ikon Provinsi Bengkulu itu masih dapat dinikmati dan mereka sudah mendirikan tenda penjagaan.

Rafflesia arnoldii dikenal sebagai bunga raksasa yang tumbuh dengan menumpang pada tumbuhan inang jenis tetrastigma. Bunga ini tidak memiliki daun sehingga tidak melakukan fotosintetis. Nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh diambil dari batang tanaman inangnya.

Di kawasan hutan Provinsi Bengkulu telah teridentifikasi empat jenis rafflesia yakni Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia hasselti dan Rafflesia bengkuluensis.

(Baca juga: Menengok Rafflesia Arnoldii di Bukit Barisan Selatan)



Sumber ANTARA

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulungagung Banyak Zona Hijau Covid-19, Bupati Belum Terapkan Belajar Tatap Muka untuk TK-SMP

Tulungagung Banyak Zona Hijau Covid-19, Bupati Belum Terapkan Belajar Tatap Muka untuk TK-SMP

Regional
Detik-detik Prada Hengky Hilang di Papua Saat Kejar Orang Mencurigakan

Detik-detik Prada Hengky Hilang di Papua Saat Kejar Orang Mencurigakan

Regional
Seorang Brimob Gadungan Ditangkap, Polisi: Dia Pakai Baju Dinas untuk Gaya-gayaan

Seorang Brimob Gadungan Ditangkap, Polisi: Dia Pakai Baju Dinas untuk Gaya-gayaan

Regional
Soal Baliho Rizieq, Satpol PP: Kalau yang Memasang Bisa Menurunkan Sendiri, Itu Lebih Baik...

Soal Baliho Rizieq, Satpol PP: Kalau yang Memasang Bisa Menurunkan Sendiri, Itu Lebih Baik...

Regional
Prajurit Hilang Saat Patroli di Tembagapura, TNI Minta Bantuan Basarnas

Prajurit Hilang Saat Patroli di Tembagapura, TNI Minta Bantuan Basarnas

Regional
Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X