Hujan Es Landa Bandung, Besarnya dari Butiran hingga Sebesar Kelereng

Kompas.com - 19/04/2017, 17:33 WIB
Hujan deras disertai angin kencang terjang Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/4/2017). Tribun Jabar/Adtyas AzhariHujan deras disertai angin kencang terjang Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/4/2017).
Penulis Reni Susanti
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com – Prakirawan BMKG Bandung, Neneng Sugianto mengatakan, hujan deras disertai angin kencang dan petir terjadi di Bandung sekitar pukul 14.00 WIB. Bahkan di beberapa titik, hujan disertai es.

“Kami menerima laporan dari masyarakat tentang hujan es. Dari laporan masyarakat, hujan es terjadi di sekitar Lapangan Gasibu, Sabuga, Dago, dan Cihampelas,” ujar Neneng saat dihubungi, Rabu (19/4/2017).

Neneng mengatakan, ukuran es yang jatuh bervariasi dari butiran kecil hingga sebesar kelereng. Hujan es terjadi akibat proses kondensasi yang kelewat dingin sehingga air yang menguap berubah bentuk menjadi kristal es.

Tribun Jabar/Machmud Mubarak Hujan deras disertai angin kencang dan bongkahan kecil es menerjang Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/4/2017).
"Hujan es terjadi akibat proses kondensasi yang terlewat dingin. Hingga mencapai titik freezing level. Dengan suhu -44 derajat celcius sehingga terbentuk butiran es. Jadi begitu turun ke bawah masih berupa butiran es," tuturnya.

(Baca juga: Hujan Angin di Bandung, Papan Reklame Roboh Timpa Flyover Antapani)

Neneng menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang dan petir hari ini merata di seluruh wilayah Kota Bandung.

BMKG memprediksi hujan disertai angin masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, ia berharap masyarakat berhati-hati jika sedang beraktivitas di luar.

Sejumlah foto dan video yang menunjukkan terjadinya hujan es berseliweran di media sosial. Salah satunya disebutkan terjadi di sekitar kawasan Cobong, Bandung.

(Baca juga: Hujan Es Disertai Angin di Bandung, Atap Trans Studio Terbang)

Owner Heug Vintage Costume Bag, Indra Yudistira, mengaku, hujan es disertai angin kencang melanda kawasan di sekitar rumahnya, hari ini. Butiran es yang turun di seputaran rumahnya sangat banyak.

“Ini baru pertama kalinya hujan es seperti ini,” ujar Indra saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/4/2017).

Indra mengatakan, hujan es terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Besaran es yang jatuh lumayan besar dan banyak. Bahkan di lapangan dekat rumahnya, es tersebut hampir menutupi jalan.

Dari foto yang dikirimkan Indra kepada Kompas.com, terlihat tumpukan es mirip salju yang menutupi sebagian jalan. Di antara hamparan es tersebut terlihat beberapa orang yang tengah berfoto atau selfie, termasuk Indra.

Di fotonya, dia terlihat berfoto di tengah hamparan es dan menggenggam sejumlah es di tangannya.

“Gambar yang ada di foto itu saya. Foto itu diambil di sekitaran rumah saya di Jalan Sukasari 2 RT 2, RW 2, No 91 Bandung,” ucapnya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X