Menteri Susi Angkat Bicara soal Uang Kompensasi Pembebasan Ikan Duyung

Kompas.com - 18/04/2017, 20:04 WIB
Ikan Dugong atau Ikan Duyung yang sempat ditahan nelayan di Desa Kurau, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. heru dahnur/kompas.comIkan Dugong atau Ikan Duyung yang sempat ditahan nelayan di Desa Kurau, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.
|
EditorReni Susanti

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti angkat bicara terkait kompensasi Rp 8 juta untuk pelepasliaran ikan dugong atau ikan duyung di Desa Kurau, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

“Saya akan minta Dirjen PRL (Pengelolaan Ruang Laut) catat,” ujar Susi, melalui akun grup Whatshapp, Selasa (18/4/2017).

Susi menegaskan, pembayaran uang kompensasi atau tebusan jangan sampai menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. “Kemungkinan nanti jadi moral hazard (perilaku jahat). Nelayan (sengaja) tangkap dugong. Saya dengan senang hati akan ganti dan berikan piagam kepada yang telah membebaskan,” tuturnya.

(Baca juga: Ikan Duyung Dilepasliarkan dengan Kompensasi Rp 8 Juta)


Proses pembebasan ikan dugong yang dilakukan Senin (17/4/2017) malam, juga diikuti Menteri Susi, melalui pesan dan foto-foto yang dikirim di grup Whatshapp. Ia mengapresiasi segenap pihak, termasuk kepolisian yang telah berpartisipasi dalam pembebasan.

Upaya pembebasan ikan dugong sepanjang 2 meter dengan bobot 200 kilogram, dilakukan Yayasan Gunung Mangkol Lestari bekerja sama dengan aktivis Animal Lovers Bangka Island (Alobi).

Ikan dugong yang sempat ditahan nelayan selama dua hari, akhirnya dilepasliarkan setelah adanya pembayaran kompensasi Rp 8 juta.

(Baca juga: Jarang Ada Pejabat Negara seperti Menteri Susi...)

 

Ikan bernama latin Dugong Dugon termasuk satwa langka dilindungi UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati, serta UU Nomor 31/2004 tentang perikanan. Diperkirakan mamalia laut herbivor ini hanya tersisa sekitar 1.000 ekor yang tersebar di perairan laut dangkal di Indonesia seperti di Selat Bangka.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X