LBH Bandarlampung Nilai Tembak Mati 5 Remaja Begal Langgar HAM

Kompas.com - 18/04/2017, 18:48 WIB
Ilustrasi tembakan Ilustrasi tembakan
|
EditorReni Susanti

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Lima remaja yang ditembak mati polisi karena diduga begal tercatat aktif dalam kegiatan di sekolahnya. 

Menurut Ketua Komite SMU Negeri 1 Jabung, Ibrahim, empat dari remaja yang ditembak mati semestinya mengikuti ujian nasional. "Mereka anak yang aktif dalam kegiatan sekolah dan rajin menolong orangtuanya. Bahkan sedikitpun tidak ada catatan kriminalitas," ujar Ibrahim, Selasa (18/4/2017).

Karena itu, keluarga, kepala kampung, dan pihak sekolah mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Bandarlampung. Mereka meminta keadilan atas tuduhan residivis dan DPO kasus begal terhadap kelima remaja yang ditembak mati oleh polisi.

S (20) pelajar SMUN Jabung dikenal sebagai remaja yang rajin membantu kehidupan keluarga. Selesai mengikuti pelajaran di sekolah, dia melanjutkan bekerja sebagai montir di bengkel depan rumahnya.


(Baca juga: Membegal, Lima Pemuda Asal Jabung Ditembak Mati)

 

Menurut orang tua S, Nur Halimah (43), saat libur sekolah, anaknya sering membantu dirinya di ladang untuk memetik jagung dan padi. "Dia rajin menolong saya, jam 9 malam dia pasti sudah ada di rumah bersama saya," ucapnya.

S juga dikenal aktif dalam kegiatan pencinta alam dan penghafal Alquran. Di jasad S ditemukan 7 luka tembak dan patah leher. Begitu juga dengan HE (17) adik kelas S. HE tercatat sebagai pengurus OSIS dan aktif dalam kegiatan drum band sekolah.

Pada jasad HE ditemukan 9 luka tembak, jari kelingking nyaris putus, dan luka lebam pada bagian kepala. Selanjutnya IS (18) aktif dalam kegiatan Saka Bhayangkara di Polsek Jabung. Di tubuhnya ditemukan 6 luka tembak.

Begitupun RAN (17) aktif pada kegiatan saka bhayangkara dan pencinta alam. Di tubuhnya ditemukan tiga luka tembak dan patah leher.

(Baca juga: Ditelusuri, Foto Polisi Berpose Bersama 5 Begal yang Ditembak Mati)

 

Terakhir YY (20) pelajar SMK Perintis Adiluhur Jabung dikenal sebagai anak yang baik. Ia bercita-cita menjadi TNI. Bahkan teman sekelasnya membuat miniatur pemakaman Y untuk dikenang. Ia tewas dengan dua luka tembakan di tubuhnya.

Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi mengatakan, tindakan eksekusi mati pada remaja yang tidak berdosa ini telah melanggar HAM.

"Kami akan melayangkan laporan warga Jabung pada Komnas HAM dan Komnas Perlindungan Anak untuk ditindaklanjuti," tutupnya.

(Baca juga: Jabung, Kampung "Misterius" Penghasil Senjata Api Rakitan Para Penjahat)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X