Tanggomo, Tradisi Lisan Gorontalo yang Makin Sulit Ditemukan - Kompas.com

Tanggomo, Tradisi Lisan Gorontalo yang Makin Sulit Ditemukan

Kompas.com - 18/04/2017, 11:00 WIB
Kompas.com/Rosyid Azhar Ka amani dan Ta Mako melantunkan syair dengan iringan gambusi di Suwawa, Tradisi lisan banyak yang sulit ditemukan di tengah masyarakat Gorontalo.

GORONTALO, KOMPAS.com – Tanggomo, tradisi lisan Gorontalo semakin ditinggalkan pelantunnya. Keberadaannya sulit dijumpai di tengah masyarakat.

Pewarisan tradisi lisan ini mengalami masalah sehingga tidak banyak generasi yang berumur di bawah 50 tahun mampu melantunkan tanggomo ini.

Padahal pada masanya, tanggomo adalah media menyebarluaskan informasi yang berdasar pada fakta kepada masyarakat.

“Tanggomo adalah media jurnalistik pada masa lalu di Gorontalo, keberadaannya sekarang sulit ditemukan,” kata Sukardi Gau, Kepala Kantor Bahasa Gorontalo, Selasa (18/4/2017).

Bahkan di Kota Gorontalo, ibu kota provinsi, masyarakat makin sulit menemukan penyajian tradisi lisan ini.

Untuk mengatasi masalah pemertahanan tanggomo ini, Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kantor Bahasa Gorontalo melakukan riset di Kabupaten Gorantalo Utara.

Selain itu mereka juga melakukan pelatihan kepada siswa di sejumlah sekolah dengan mendatangkan seniman otodidak Anis Naki.

Baca juga: Selamatkan Paus Pembunuh, Nelayan Gorontalo Buang 2 Ton Ikan


EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya


Close Ads X