Cerita Hilangnya Seorang Petapa di Pegunungan Dieng

Kompas.com - 17/04/2017, 09:41 WIB
Matahari terbit di belakang Gunung Sundoro terlihat dari Bukit Sikunir, Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (1/11/2014). Dieng menawarkan keindahan sekaligus ancaman, karena dataran tingginya terbentuk dari gunung berapi yang kini masih mengeluarkan gas. KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATMatahari terbit di belakang Gunung Sundoro terlihat dari Bukit Sikunir, Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (1/11/2014). Dieng menawarkan keindahan sekaligus ancaman, karena dataran tingginya terbentuk dari gunung berapi yang kini masih mengeluarkan gas.
EditorErlangga Djumena

BANJARNEGARA, KOMPAS.com -  Masyarakat Dieng dikejutkan dengan hilangnya, seorang petapa yang telah belasan tahun bermeditasi di dataran tinggi Dieng.

Kakek tersebut terakhir menetap di sebuah tenda di tengah pemukiman warga, Jalan Raya Dieng, RT 1 RW 1, Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Usut punya usut, Mbah Fanani dijemput oleh belasan orang dengan mengendarai mobil, Rabu tengah malam (13/4/2017).

Kapolsek Batur AKP Sumono membenarkan peristiwa penjemputan Mbah Fanani.

"Yang menjemput berpakaian serba putih, atasan dan bawahan putih," katanya, Kamis (13/4/2017).

Penjemputan orang yang disakralkan sebagian masyarakat itu terjadi tiba-tiba. Rabu malam, sekitar pukul 22.30 WIB, empat mobil mewah dengan plat nomor polisi E terparkir di dekat tenda singgah Mbah Fanani, Jalan Raya Dieng, RT 1 RW 1, Desa Diengkulon.

Sesaat kemudian, sekitar 15 orang berpakaian serba putih turun dari mobil dan menghampiri tenda yang diyakini sebagai tempat meditasi Mbah Fanani selama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka mengaku sebagai pihak keluarga Mbah Fanani dari Cirebon Jawa Barat. Karena mengaku keluarga, tidak ada warga yang menghalangi penjemputan tersebut. Mbah Fanani pun akhirnya keluar dari pertapaannya dan ikut masuk ke dalam mobil.

Iring-iringan mobil yang membawa sang petapa kemudian melesat meninggalkan Dieng.

Kamis pagi (13/4/2017), warga melihat tenda yang terpasang di depan rumah warga itu telah kosong. Warga kemudian membersihkan tempat semedi mbah Fanani.

"Katanya, setelah 40 hari, Mbah Fanani akan kembali lagi ke Dieng," katanya.

Ada di Indramayu

Sementara itu, Azun Mauzun, orang yang turut mendampingi Mbah Fanani di tempatnya sekarang membenarkan penjemputan petapa tersebut.

Mbah Fanani dijemput oleh orang-orang utusan Abah Rojab, sesepuh yang ditokohkan sebagian warga di Indramayu pada Rabu (12/4/2017) malam.

Sekarang, sebut dia, Mbah Fanani berada di Petilasan Dampu Awang, Balongan Indramayu Jawa Barat.

"Abah Rojab adalah asli warga Wonosobo yang telah 20 tahun menetap di Indramayu," katanya, Minggu (16/4/2017).

Anggota DPRD Indramayu dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu membantah ada unsur paksaan dalam proses penjemputan Mbah Fanani.

Menurut dia, memang ada miskomunikasi antara pihak penjemput dengan keluarga perawat atau warga Dieng sehingga penjemputan itu terkesan memaksa.

Pihak penjemput punya alasan tersendiri mengenai proses penjemputan yang dilakukan malam hari, serta tanpa meminta izin lebih dulu ke warga.

"Jika minta izin sama yang punya rumah dan warga mungkin tidak diizinkan. Akhirnya Mbah Fanani kami bopong dari gubug malam hari," ujar dia. (Tribun Jateng/Khoirul Muzakki)

Baca juga: Tujuh Anak Berambut Gimbal Siap Ikut Ruwatan di Dieng

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.