Anak Penggunggat Ibu: Kami Ingin Minta Maaf, Kami Semua Sayang Mama

Kompas.com - 15/04/2017, 17:02 WIB
KOMPAS.com / DEFRIATNO NEKE Arman Setiawan (32) anak yang gugat ibu kandungnya, ingin meminta maaf kepada ibu kandungnya, Fariani.

BAUBAU, KOMPAS.com – Arman Setiawan (32) bersama dua orang adiknya, NS (30) dan PW (22), anak yang menggugat ibu kandungnya, ingin meminta maaf kepada ibunya, Fariani.

Sambil meneteskan air mata, Arman mengatakan bahwa ia bersama kedua adiknya begitu menyayangi ibu kandung, Fariani.

“Kami ingin meminta maaf sama mama. Kami hanya ingin mama sadar, kami semua sayang mama, tidak ada niat kami mau berbuat jahat sama mama,” kata Arman, Sabtu (15/4/2017).

Ia berharap, ibunya itu kembali merangkul ketiga anaknya bersama menantu dan cucunya.

(Baca juga: Penggugat Ibu: Saya dan Istri Saya Selalu Mendapatkan Teror...)

Arman mengatakan, awal pertikaian antara dirinya dan ibunya terjadi karena adanya pihak ketiga yang memanfaatkan status ibunya yang sudah menjanda.

”Kenapa kami tega gugatan kepada ibu kandung kami sendiri, kami tahu itu salah, kami akan lebih menyesal bila membiarkan pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan dari masalah ini,” ujarnya.

Menurut dia, tindakan ibunya itu telah salah sehingga ia bersama adik-adiknya mencoba mengingatkannya. Namun, ia mengaku diusir ibunya sendiri dari rumah.

Upaya mediasi yang dilakukan keluarga rupanya tidak menghasilkan titik temu.

“Kenapa kami gugat harta warisan, karena kami ingin menyelamatkan hasil jerih payah bapak kami. Ini seharusnya digunakan untuk masa tua ibu kami dan juga pendidikan adik kami,” ucap Arman.

(Baca juga: Penggugat Ibu: Kalau Ada Orang Bilang Saya Anak Durhaka, Saya Hanya Sabar)

Ia juga menyampaikan, adiknya turut tergugat karena masih tinggal bersama ibunya kandungnya, Fariani. Mau tak mau, Arman juga mencantumkan gugatan terhadap adik kandungnya itu.

“Niat kami tidak mengambil hak adik kami, tidak ada terlintas dalam pikiran kami. Kami justru menyelamatkan hak adik kami, karena masih jauh perjalanannya,” kata dia. 

Ia berharap, dalam mediasi pada Kamis (20/4/2017) nantinya, akan ada perdamaian dengan ibu kandungnya sendiri.


EditorIcha Rastika

Close Ads X