Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/04/2017, 08:14 WIB
EditorFarid Assifa

ACEH TENGGARA, KOMPAS.com - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, mencatat total 2.476 orang menjadi korban bajir bandang akibat luapan air dari kawasan ekosistem Gunung Leuser.

"Hingga kemarin, terdapat 2.467 jiwa atau 648 kepala keluarga menjadi korban pada lima desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala," jelas Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Aceh Tenggara, Irwan di Kutacane, Kamis (13/4/2017).

Baca juga: Banjir Bandang di Aceh Tenggara, 2 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

Dia merinci, dua ribuan jiwa tersebut tersebar di Desa Lawe Sigala Timur berjumlah 900 orang atau 195 kepala keluarga, dan di Desa Lawe Tua Gabungan sebanyak 608 jiwa atau 159 kepala keluarga.

Lalu di Desa Lawe Tua Persatuan terdapat 568 orang atau 148 kepala keluarga, kemudian di Desa Kayu Belin 220 jiwa dengan 80 kepala keluarga, dan terakhir di Desa Lawe Sigala Barat 180 orang atau 66 kepala keluarga.

Sementara korban meninggal dunia, tercatat dua orang yakni atas nama Orlina boru Sitorus (86), perempuan di Desa Lawe Sigala Barat, dan balita bernama Terang Sitanggang (1,5), perempuan dari Desa Lawe Tua Gabungan.

"Ini data rekapitulasi sementara bencana banjir bandang di Aceh Tenggara yang terjadi pada Selasa (11/4/2017) petang, dan kita himpun hingga kemarin (Rabu, 12/4/2017)," katanya.

Irwan mengklaim, berbagai material yang dibawa air bah dari lereng pengunungan kawasan ekosistem Gunung Leuser seperti kayu gelondongan dan berbatuan di jalan lintas Kutacane-Medan telah dibersihkan.

"Kita juga telah mendirikan dua posko pengungsi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam untuk tampung warga sementara," terang dia.

Sipayung (51), korban di tempat pengungsian mengaku, banjir bandang kali ini tergolong paling parah dibanding yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Akibat kejadian tersebut, kata dia, dinding rumah bagian depan yang terbuat dari batu bata dan kayu jebol diterjang derasnya arus air, serta dinding rumah bagian belakang rusak.

"Genangan air di dalam rumah kami, mencapai selutut orang dewasa," ucapnya.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Aceh, Satu Warga Tewas dan Seorang Bocah Hilang

Data Badan Pusat Statistik setempat menyebut, wilayah Aceh Tenggara memiliki 16 kecamatan dengan 385 desa. Dari jumlah itu, 282 desa di antaranya berada di lembah dan 103 desa terletak di lereng pengunungan.

Wilayah di Aceh Tenggara ini merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 25 meter hingga 1.000 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan.

Kompas TV Kabupaten Aceh Tenggara kembali dilanda banjir bandang, bahkan 2 dua kecamatan menjadi yang terparah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber ANTARA


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Cara Unik Warga Pati agar Ganjar Tak Segera Pulang

Ini Cara Unik Warga Pati agar Ganjar Tak Segera Pulang

Regional
'Groundbreaking' Factory Sharing Kakao Jembrana, Bupati Tamba Ingin Tingkatkan Nilai Tambah Kakao

"Groundbreaking" Factory Sharing Kakao Jembrana, Bupati Tamba Ingin Tingkatkan Nilai Tambah Kakao

Regional
Gelar Tangerang Digital Festival, Pemkot Tangerang Hadirkan Stan Pelayanan hingga Hiburan Artis Nasional

Gelar Tangerang Digital Festival, Pemkot Tangerang Hadirkan Stan Pelayanan hingga Hiburan Artis Nasional

Regional
Tarik Minat Investor, Bupati Tamba Paparkan Potensi Jembrana di Hadapan Konsul Kehormatan Negara Sahabat

Tarik Minat Investor, Bupati Tamba Paparkan Potensi Jembrana di Hadapan Konsul Kehormatan Negara Sahabat

Regional
Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka Bisa Dongkrak Perekonomian Wonogiri

Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka Bisa Dongkrak Perekonomian Wonogiri

Regional
Sambut HUT ke-78 RI, Mbak Ita Gelar Lomba Masak Nasgor dengan Kompsisi Gizi Seimbang

Sambut HUT ke-78 RI, Mbak Ita Gelar Lomba Masak Nasgor dengan Kompsisi Gizi Seimbang

Regional
Tiba di Sebatik, Ma’ruf Amien Akan Kukuhkan Komite Dewan Ekonomi dan Keuangan Kaltara Syariah 

Tiba di Sebatik, Ma’ruf Amien Akan Kukuhkan Komite Dewan Ekonomi dan Keuangan Kaltara Syariah 

Regional
Wapres Ma’ruf Sebut Keuangan Syariah Punya Potensi Perkuat Ekonomi Kaltara

Wapres Ma’ruf Sebut Keuangan Syariah Punya Potensi Perkuat Ekonomi Kaltara

Regional
Minahasa Utara Raih Peringkat III e-Purchasing Award 2023, Bupati Joune: Puji Tuhan!

Minahasa Utara Raih Peringkat III e-Purchasing Award 2023, Bupati Joune: Puji Tuhan!

Regional
Soal Polemik Penjemputan Paksa Anak Asuh Youtuber Pratiwi, Dinsos Kota Tangerang Berikan Penjelasan

Soal Polemik Penjemputan Paksa Anak Asuh Youtuber Pratiwi, Dinsos Kota Tangerang Berikan Penjelasan

Regional
Ganjar Pranowo Terharu Dengar Kisah Alumni SMKN Jateng yang Berhasil Bangun Rumah hingga Sekolahkan Keluarga

Ganjar Pranowo Terharu Dengar Kisah Alumni SMKN Jateng yang Berhasil Bangun Rumah hingga Sekolahkan Keluarga

Regional
Walkot Metro Sebut Peradaban yang Sukses Dibangun dari Keluarga

Walkot Metro Sebut Peradaban yang Sukses Dibangun dari Keluarga

Regional
Masa Jabatan Segera Berakhir, Bupati Askolani Sumbang Prestasi Baru untuk Banyuasin

Masa Jabatan Segera Berakhir, Bupati Askolani Sumbang Prestasi Baru untuk Banyuasin

Regional
Menjelang HUT Ke-78 RI, Pemkot Metro Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat

Menjelang HUT Ke-78 RI, Pemkot Metro Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat

Regional
Dorong Inovasi dan Penyelesaian Masalah Perkotaan, Pemkot Metro Susun Masterplan Smart City

Dorong Inovasi dan Penyelesaian Masalah Perkotaan, Pemkot Metro Susun Masterplan Smart City

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com