Pimpinan KPK Berharap Polisi Segera Tangkap Pelaku Teror terhadap Novel

Kompas.com - 11/04/2017, 13:39 WIB
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat berfoto dengan panitia seminar Nasional di UIN. Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaPimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat berfoto dengan panitia seminar Nasional di UIN.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyampaikan keprihatinannya atas teror yang menimpa Novel Baswedan.

Basaria sendiri pada Selasa (11/04/2017) menjadi pembicara pada seminar nasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan tema "Membangun Generasi Baru yang Berintegritas dan Anti Korupsi".

Baca juga: Bambang Widjojanto: Teror Terhadap Novel Hambat Cita-Cita Jokowi

Saat menemui wartawan usai seminar, Basaria mengatakan sudah dua hari berada di Yogyakarta. Namun demikian, dia sudah menerima informasi terkait peristiwa yang menimpa salah satu penyidik KPK.

"Kebetulan dari kemarin saya di sini. Tetapi terus terang kita prihatin dengan kejadian ini," ujarnya, Selasa.

Basaria menjelaskan, kasus teror air keras terhadap Novel Baswedan diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Ia berharap agar kepolisian bisa lebih efektif mengungkap dan menangkap pelakunya.

"Harapan kita kepolisian bisa lebih efektif, cepat menemukan pelakunya. Kita tunggu saja, semoga beberapa hari ke depan bisa segera terungkap," harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal setelah korban menunaikan shalat di masjid dekat rumahnya, Bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017) subuh.

Baca juga: Abraham Samad Sebut Serangan terhadap Novel sebagai Aksi Biadab

Akibat kejadian itu, Novel harus mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami lebam di kening kiri dan penglihatannya terganggu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X