Sempat Dikira Buatan Pabrik, Robot Buatan Mahasiswa UMM Juara di Amerika

Kompas.com - 10/04/2017, 16:07 WIB
Robot rakitan Tim Robot Universitas Muhammadiyah Malang yang menjadi juara satu dalam kontes robot di Amerika Serikat, Senin (10/4/2017) KOMPAS.com / Andi HartikRobot rakitan Tim Robot Universitas Muhammadiyah Malang yang menjadi juara satu dalam kontes robot di Amerika Serikat, Senin (10/4/2017)
|
EditorErlangga Djumena

MALANG, KOMPAS.com - Tim Robot Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  menjuarai kontes robot internasional dalam Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Amerika Serikat.

Dalam kontes yang berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, (1-2/4/2017) itu, Tim Robot UMM berhasil mendapat dua gelar sekaligus. Yakni juara satu dan dua kategori walking atau robot berkaki.

Dosen Jurusan Elektro dan Informatika UMM, Muhammad Irfan mengatakan, Tim Robot UMM merupakan delegasi dari Indonesia setelah menjuarai kontes robot tingkat nasional pada tahun 2016 kategori robot berkaki.

"UMM mewakili Indonesia untuk divisi berkaki. Jadi yang dikirim oleh negara yang juaran nasional," katanya di Gedung Rektorat UMM, Malang, Senin (10/4/2017).

Ada sekitar 88 peserta dari sembilan negara yang andil dalam kontes itu. Menurut Irfan, Tim Robot dari China yang menjadi pesaing ketatnya.

"Lawan terberat tim dari China," katanya.

Tim Robot UMM sempat mengalami kendala saat proses registrasi. Panitia mengira tiga robot yang diikut sertakan merupakan robot hasil buatan pabrik. Padahal, robot - robot itu merupakan rakitan dari mahasiswa UMM.

"Sempat dicurigai, dikira bikinan pabrik," jelasnya.

Kedua robot yang menjadi juara itu diberi nama InaMu dan Unmu. Robot itu diprogram untuk mencari nyala api dan memadamkannya.

Ada sejumlah sensor yang dipakai untuk menjalankan robot itu secara otomatis. Seperti sensor jarak yang mampu mendeteksi benda untuk bermanuver di jalan. Sensor itu mampu mendeteksi benda sampai pada jarak tiga meter.

"Jadi untuk manuver dia jalan pakai sensor jarak," kata salah satu mahasiswa, Ikhlal Aldhi Wijaya.

Selain itu, robot itu juga dilengkapi dengan sensor uvtron fire detection untuk mencari titik api. Setelah ditemukan, sensor akan mengirim data untuk menghidupkan kipas angin dan mematikan api.

Robot pendeteksi api itu dibuat sejak Juni 2016 dengan nilai Rp 50 juta untuk satu unit robot.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lomba Paduan Suara Katolik di Papua, Panitia Berasal dari Lima Unsur Agama

Lomba Paduan Suara Katolik di Papua, Panitia Berasal dari Lima Unsur Agama

Regional
250 Mahasiswa Serentak Tanam Pohon di Situs Ratu Boko

250 Mahasiswa Serentak Tanam Pohon di Situs Ratu Boko

Regional
Pasca-Bom Bunuh Diri di Mako Polrestabes Medan, Jalan MH Said Ditutup

Pasca-Bom Bunuh Diri di Mako Polrestabes Medan, Jalan MH Said Ditutup

Regional
Dishub Jabar: Pembuatan Jalur Khusus Tambang Solusi Paling Rasional

Dishub Jabar: Pembuatan Jalur Khusus Tambang Solusi Paling Rasional

Regional
Kurir Sabu Jaringan Lapas Semarang Ditangkap di Kendal

Kurir Sabu Jaringan Lapas Semarang Ditangkap di Kendal

Regional
4 Fakta Terkini Bom di Medan, Korban Sementara 6 Orang hingga Meledak di Parkiran

4 Fakta Terkini Bom di Medan, Korban Sementara 6 Orang hingga Meledak di Parkiran

Regional
Djaduk Ferianto Meninggal Dunia, Butet Berharap Ngayogjazz 2019 Tetap Jalan

Djaduk Ferianto Meninggal Dunia, Butet Berharap Ngayogjazz 2019 Tetap Jalan

Regional
Anjing Pelacak Disiagakan untuk Deteksi Bahan Peledak di Polrestabes Medan

Anjing Pelacak Disiagakan untuk Deteksi Bahan Peledak di Polrestabes Medan

Regional
Pencuri Piring Ditangkap Saat Bekerja di Pesta Pernikahan

Pencuri Piring Ditangkap Saat Bekerja di Pesta Pernikahan

Regional
Ledakan Bom di Polrestabes Medan, Warga: Saya Langsung Ingat Anak

Ledakan Bom di Polrestabes Medan, Warga: Saya Langsung Ingat Anak

Regional
Butet Kartaredjasa: Djaduk Meninggal Dunia di Pangkuan Istri

Butet Kartaredjasa: Djaduk Meninggal Dunia di Pangkuan Istri

Regional
Detik-detik Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Saksi Teriak Bom, Warga Lari Ketakutan

Detik-detik Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Saksi Teriak Bom, Warga Lari Ketakutan

Regional
25 Makam di Tasikmalaya Dibongkar, Pelaku Hanya Ambil Tanah di Bawah Batu Nisan

25 Makam di Tasikmalaya Dibongkar, Pelaku Hanya Ambil Tanah di Bawah Batu Nisan

Regional
Kesaksian Warga Saat Bom di Medan: Rasanya Tanah seperti Terangkat...

Kesaksian Warga Saat Bom di Medan: Rasanya Tanah seperti Terangkat...

Regional
Ketagihan Judi Online, 2 Pemuda di Makassar Berkali-kali Mencuri

Ketagihan Judi Online, 2 Pemuda di Makassar Berkali-kali Mencuri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X