Pernikahan Batal Saat Warga Tahu Calon Mempelai Ternyata Buronan - Kompas.com

Pernikahan Batal Saat Warga Tahu Calon Mempelai Ternyata Buronan

Kompas.com - 09/04/2017, 16:01 WIB
Dok Humas Polres Aceh Timur Rusli, tahanan yang melarikan diri dari Rutan Jantho Aceh Besar sesaat sebelum masuk ke ruang tahanan Polres Aceh Timur, Minggu (9/4/2017)

ACEH TIMUR, KOMPAS.comPernikahan Rusli Mahmud (31) dengan M (17) di Desa Kliet, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, batal lantaran identitas sang mempelai pria terungkap. Rusli diketahui sebagai buronan napi yang kabur dari penjara.

Kasus itu berawal saat Rusli membawa kabur M selama tujuh hari dari 31 Maret hingga 7 April 2017. Dia lalu mengembalikan gadis itu ke rumah orangtuanya. Namun, warga tetap menginterogasi Rusli.

“Awalnya sudah disepakati keduanya, Rusli dan gadis itu akan dinikahkan. Namun, ketika diminta KTP, Rusli memperlihatkan KTP atas nama Zulfikar. Dari sini warga curiga dan memeriksa secara intensif serta melaporkan ke Polsek,” kata Kapolsek Ranto Peureulak Iptu M Musa, Minggu (9/4/2017).

Hingga kemudian, di hadapan polisi, Rusli mengaku pernah ditangkap kasus narkoba Oktober 2013 oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur.

Setelah menjalani sidang, dia divonis lima tahun penjara. Lalu, Rusli menjalani hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Idi selama enam bulan lalu dipindahkan ke Rutan Kelas II B Jantho, Aceh Besar.

“16 Mei 2014, Rusli lari dari tahanan bersama tiga temannya, berinisial Z, J dan A dari rumah tahanan Aceh Besar itu. Setelah itu dia kembali ke Aceh Timur dan mendekati gadis di bawah umur itu,” tutur Musa.

Mendengar penjelasan Rusli, Polsek lalu berkoordinasi dengan Polres Aceh Timur. Setelah mendengar cerita Rusli, warga dan polisi terkejut dan rencana pernikahan pun dibatalkan.

“Setelah itu langsung kami tahan dan bawa ke Polres Aceh Timur. Sekarang dia ditahan di sana,” pungkas Musa.


EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan
Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Internasional
Usung Tema 'Enlightenment', Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Usung Tema "Enlightenment", Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Regional
Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Nasional

Close Ads X