Ibu Bocah Kelainan Tulang Berjualan Tisu Keliling Demi Hidupi Anaknya

Kompas.com - 08/04/2017, 06:48 WIB
Muhammad Fahri Asidiq ‎(11) bocah yang menderita tulang rapuh akibat mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta. KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaMuhammad Fahri Asidiq ‎(11) bocah yang menderita tulang rapuh akibat mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Perjuangan Sri Astati Nursani (32) untuk menghidupi dan merawat Muhammad Fahri Asidiq (11), bocah penderita tulang rapuh (osteogenesis imperfecta) dan adiknya yang baru berusia enam tahun sangat berat.

Apalagi, Sri mencari nafkah sendiri setelah ditinggal suaminya beberapa tahun lalu. Namun, ia tak ingin menyerah dengan keadaan. Setiap hari, Sri mencari nafkah dengan berjualan tisu keliling.

Sri menjajakan dagangan asongannya kepada wisatawan di seputaran Jalan Riau yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan factory outlet.

"Satu hari saya dapat Rp 200.000. Setengah untuk obat dan perawatan Fahri, setengahnya buat makan dan biaya hidup," aku Sri kepada Kompas.com, belum lama ini.

(Baca juga: Setiap Batuk, Tulangnya Patah, Bocah Ini Mengaku Ingin Mati Saja)

Uang sebesar Rp 200.000 adalah target Sri setiap hari. Jika sampai malam target tersebut belum tercapai, dia tidak berani pulang. Dia akan terus berusaha hingga mendapatkan targetnya. 

Namun, upaya Sri mencari nafkah tidak selalu mulus. Bersama pedagang kaki lima lainnya, Sri mengaku pernah ditertibkan Pemkot Bandung. Ketika itu memang sedang ada penertiban pedagang-pedagang liar di Jalan Riau, yang masuk zona larangan untuk PKL dan pedagang asongan.

Kepada Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Sri sempat memberi argumentasi agar tak ikut ditertibkan. Saat itu, sambung Sri, dirinya tidak mengatakan kondisi kesehatan Fahri pada Ridwan Kamil.

"Saya bilang sama Pak Wali, saya kan asongan bukan kaki lima. Tapi kata Pak Wali tetap tidak boleh," tuturnya. 

(Baca juga: Dioperasi, Bocah Penderita Tulang Rapuh Disuruh Pulang Saat Belum Sadar)

Beruntung Sri mendapat izin untuk berjalan di salah satu restoran masakan Jepang yang masih berada di bilangan Jalan Riau. Keuntungannya cukup lumayan pada saat itu karena ramai pengunjung.

Namun ketika ada isu bahan makanan yang digunakan rumah makan tersebut kadaluarsa, pengunjung pun berkurang yang berakibat penjualan tisu Sri berkurang. 

(Baca juga: Kapten Persib Bandung Jenguk Bobotoh Cilik Pengidap Kelainan Tulang)

Saat ini, Sri nekat kembali berjualan tisu asongan dari factory outlet di Jalan Riau hingga ke pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza.  "Saya kepingin lagi ketemu sama Kang Emil," tandasnya. 

Bagi pembaca dan para netizen yang ingin berbagi kebahagiaan, kiranya bisa menyalurkan donasi melalui Kitabisa.com, yang bisa diakses melalui kotak widget di bawah ini (bisa terlihat di komputer desktop). Atau, Anda yang tak bisa mengakses kotak widget di bawah ini bisa langsung klik di sini untuk donasi via Kitabisa.com

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X