Dioperasi, Bocah Penderita Tulang Rapuh Disuruh Pulang Saat Belum Sadar

Kompas.com - 07/04/2017, 11:01 WIB
Muhammad Fahri Asidiq ‎(11) bocah yang menderita tulang rapuh akibat mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta. KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaMuhammad Fahri Asidiq ‎(11) bocah yang menderita tulang rapuh akibat mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta.
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Muhammad Fahri Asidiq, bocah laki-laki asal Cipadung,Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, penderita tulang rapuh (osteogenesis imperfecta) harus menjalani tiga kali operasi hernia. 

Operasi pertama berhasil dilakukan di salah satu Rumah Sakit swasta di Kota Bandung pada Rabu (5/4/2017). Namun sayang, menurut ibunya, Fahri mendapat pelayanan kurang baik di rumah sakit tersebut. 

"Operasi mulai jam 07.00 WIB. Selesai sekitar jam 10.00 WIB dan keluar dari observasi sekitar jam 12.00 WIB. Anehnya, jam 17.00 WIB kita disuruh pulang," kata Sri Astati Nursani (32), Ibu Fahri saat ditemui di kediamannya. 

Baca juga: Kisah Siswi SMP Cari Sumbangan untuk Operasi Sang Ayah

Pada dasarnya, Sri senang anaknya tidak perlu sampai dirawat di rumah sakit. Namun yang membuatnya bingung, Fahri saat itu disuruh pulang dalam kondisi belum sadarkan diri paska operasi hernia pertamanya. 

"Jam 21.00 WIB baru siuman di rumah. Waktu dibawa balik masih belum siuman. Di lobi rumah sakit saya berusaha ngebangunin Fahri tapi enggak bangun-bangun dan malah ngigau," tuturnya.

Seharusnya, kata Sri, setidaknya Fahri tidak langsung diperintahkan pulang dalam kondisi belum sadarkan diri. 

"Minimal tunggu sampai sadar dulu lah. Apa karena saya pakai BPJS? Kalau pelayanannya begitu pakai BPJS, sudah saja hapuskan saya dari SKTM. Biar saya pakai pasien umum saja. Yang penting anak saya dapat pelayanan yang sebaik-baiknya," ucapnya. 

Selain itu, Sri juga tidak ingin menyusahkan pemerintah. Dia mengaku masih bisa sekuat tenaga berupaya sendiri mencari dana untuk pengobatan dan perawatan anaknya meski hanya menjual tisu.

"Sudah lah, Pemerintah tidak ikut campur. Tapi kalau masalah mau ngasih pengobatan silakan, hanya saja prosesnya jangan dipersulit dan berbelit-belit," ucapnya.

Baca juga: Setiap Batuk, Tulangnya Patah, Bocah Ini Mengaku Ingin Mati Saja

Bagi pembaca dan para netizen yang ingin berbagi kebahagiaan, kiranya bisa menyalurkan donasi melalui Kitabisa.com, yang bisa diakses melalui kotak widget di bawah ini (bisa terlihat di komputer desktop). Atau, Anda yang tak bisa mengakses kotak widget di bawah ini bisa langsung klik di sini untuk donasi via Kitabisa.com.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X