Kompas.com - 07/04/2017, 08:19 WIB
JADI GUDANG--Ruang kelas SDN Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dijadikan gudang penyimpanan logistik bantuan bahan makanan dari warga, Rabu (5/4/2017). Sementara aktifitas bejalar dipindahkan ke masjid lantaran khawatir bakal terjadi bencana tanah longsor susulan jangkauanya sampai ke sekolah. muhlis al alawiJADI GUDANG--Ruang kelas SDN Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dijadikan gudang penyimpanan logistik bantuan bahan makanan dari warga, Rabu (5/4/2017). Sementara aktifitas bejalar dipindahkan ke masjid lantaran khawatir bakal terjadi bencana tanah longsor susulan jangkauanya sampai ke sekolah.
|
EditorErlangga Djumena

PONOROGO, KOMPAS.com - Sebanyak 26 siswa kelas VI SD Negeri Banaran batal mengikuti ujian semester genap 2017 lantaran terdampak bencana longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

"Seharusnya Senin (3/4/2017) lalu siswa-siswi kelas enam mengikuti ujian semesteran. Tapi karena ada bencana longsor, terpaksa ujiannya ditunda," kata Kepala SDN Banaran, Sukarti saat ditemui di Masjid Ibadus Sholihin, Desa Banaran, Kamis ( 6/4/2017).

Aktivitas belajar dan mengajar siswa SDN Banaran dipindahkan ke Masjid Ibadus Sholihin pasca bencana longsor menimbun 23 rumah warga setempat.

Baca juga: Pengungsi Longsor Ponorogo Mulai Terserang Mual dan Pusing

Sesuai jadwal ujian semester bagi siswa kelas VI seharusnya dilaksanakan mulai Senin (3/4/2017) hingga Sabtu (8/4/2017). Lantaran terjadi bencana, ujian itu baru akan dilaksanakan pada Senin (10/4/2017) depan.

"Untuk lokasi atau tempat pelaksanaan ujian semester, tergantung dengan kondisi keamanan," kata Sukarti.

Sukarti mengatakan apabila masih rawan terjadi longsor susulan maka, pelaksanaan ujian semester digelar di rumah warga yang jauh dari lokasi rawan longsor.

Dia berharap, ujian semester dapat terlaksana pada Senin, pekan depan. Sebab, selain ujian semester, siswa kelas VI juga harus mengikuti ujian praktek pada 17 April 2017.

Sukarti menambahkan, akibat tanah longsor, sejumlah siswa kesulitan belajar selama tinggal di pengungsian. Tak hanya itu, beberapa siswa kelas VI korban bencana tanah longsor juga kehilangan buku pelajaran. Pantuan di lokasi dari 169 jumlah siswa SDN Banaran sekitar 60 siswa yang hadir. 

Baca juga: Nenek Ratun: Rumah, Anak, Menantu, dan 6 Kerabat Saya Hilang Tertimbun Longsor...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.