Program E-Warung Diresmikan di Bangka Tanpa Bantuan APBN

Kompas.com - 05/04/2017, 22:17 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan e-warung di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. heru dahnur/kompas.comMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan e-warung di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
|
EditorReni Susanti

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Sebanyak 3 dari 11 target pembangunan e-warung atau warung elektronik bagi anggota Program Keluarga Harapan (PKH), mulai dioperasikan di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. 

Pemilik kartu transaksi, diminta berhati-hati dan bijak dalam menggunakan bantuan yang telah diberikan pemerintah melalui Kementerian Sosial, bekerja sama dengan Bank BRI tersebut.

Alhamdulillah program e-warung ini sudah bisa berjalan meskipun APBN nya belum ada. Berbagai pihak bersedia bekerja sama sehingga kita sudah bisa jalan,” ujar Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa seusai peresmian e-warung di Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (5/4/2017).

(Baca juga: Untuk Pertama Kali, E-Warung Dikelola Penyandang Disabilitas)

Khofifah menjelaskan, dengna kartu transaksi elektronik, warga bisa berbelanja kebutuhan pokok dan menarik uang tunai. Bahan pokok yang bisa dibeli kartu ini di antaranya beras, gula, minyak goreng, dan tepung yang penyediaannya dikerjasamakan dengan Bulog. 

“Semua transaksi dilakukan di e-warung atau layanan mobil keliling,” ujar Khofifah.

Secara nasional, sambung Khofifah, warga yang masuk program keluarga harapan mencapai 6 juta keluarga. Untuk Kepulauan Bangka Belitung sendiri, penerima PKH tahun 2017 sebanyak 8.000 lebih. Jumlah ini akan ditambah hingga mencapai 10.000 keluarga.

(Baca juga: 2017, Pemerintah Targetkan 3 Juta Warga Miskin Terakses E-Warung)

 

Bantuan yang disalurkan pemerintah untuk PKH meliputi biaya pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar, pelayanan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat. Selain itu ada program pelayanan bagi ibu hamil, lanjut usia, dan perbaikan rumah tak layak huni.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Regional
Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X