Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/04/2017, 10:44 WIB
|
EditorErlangga Djumena

PONOROGO, KOMPAS.com - Hasil pengamatan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nasional menyatakan, bencana longsor susulan bisa terjadi lagi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Pasalnya, tim menemukan retakan tanah tidak jauh dari titik longsor awal di lokasi bencana.

"Tadi saya keliling ke sana (di dekat titik awal longsor, Red). Di situ Ada retakan sepanjang 60 meter tetapi sudah tertutup kembali. Makanya di daerah ini masih berpotensi longsor. Apalagi kemarin dan tadi malam hujan serta ada suara gemuruh dan ledakan-ledakan di dalam tanah," ujar Ketua Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nasional, Heri Purnomo di lokasi bencana, Senin ( 3 / 4 / 2017).

Heri mengatakan, tiga hari sebelum terjadi longsor di Banaran juga terdengar suara gemuruh serupa. Dan malam sebelum terjadi longsor suaranya semakin sering.

Baca juga: Sebelum Longsor di Ponorogo, Sudah Ditemukan Retakan di Lereng Bukit

Menurut Heri, suara gemuruh itu merupakan gesekan di dalam tanah. Hanya saja, gesekan dan geseran tanah itu tetapi tidak menimbulkan kenampakan di luarnya.

"Kalau di dalamnya bidang lincirnya sudah mulai bergeser hingga menimbulkan suara itu," jelas Heri.

Heri mengaku heran lantaran masih banyak petani yang beraktivitas di ladang kendati seluruh bukit di sekeling lokasi bencana masuk kategori zona merah.

Untuk relokasi, kata Heri, tim sudah mengecek kondisi tanah di sekitar lokasi bencana. Hasilnya tidak ada yang aman lagi untuk dimukimi warga.

"Untuk itu kami sepakat nunggu dari Pemkab Ponorogo menunjuk lokasi relokasi. Selanjutnya kami akan menyurvei aman tidaknya dihuni. Jangan sampai nanti sudah ditetapkan ternyata potensinya longsorannya besar," ucapnya.

Baca juga: Detik-detik Mencekam bagi Warga Saat Longsor Terjang Ponorogo

Senada dengan Heri, tim Kaji Cepat UGM juga mengisyaratkan adanya potensi longsor di lokasi bencana. Tim yang dipimpin Bagus Bestari Kamarullah itu menemukan adanya retakan tanah pada sisi kiri dan kanan titik awal longsor.

"Kami melakukan pengamatan tidak saja pada titik yang sudah terjadi. Tetapi juga potensi lanjutan apakah ada potensi di kemudian hari. Dan kami mendapati ada retakan di kiri dan kanan dari luncuran yang sudah ada," kata Bagus.

Timnya juga mendapati material yang meluncur belum padat seluruhnya. Apabila curah hujan tinggi dan resapan air cukup tinggi maka dikhawatirkanmenyimpan potensi longsor. Tak hanya itu, tim menemukan kubangan air. Bila tidak diambil tindakan maka pada struktur tanah belum padat bila dibiarkan menggenang tinggi bisa berpotensi banjir bandang.

"Jadi ada potensi bencana susulan yang harus diambil tindakan secepatnya," tutur Bagus. 

Baca juga: Saya Berteriak Memanggil Anak Saya, tetapi Rumah Sudah Tertimbun Tanah...

Kompas TV Tim SAR Kembali Temukan Korban Longsor Ponorogo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.