Kompas.com - 03/04/2017, 17:24 WIB
|
EditorFarid Assifa

SLEMAN, KOMPAS.com - Pasca-bencana longsor yang merenggut nyawa 28 orang di Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, tim mitigasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari berbagai bidang ilmu langsung menuju ke lokasi kejadian.

Tim mitigasi dari UGM ini dipimpin langsung oleh Rektor UGM Dwikorita Karnawati. Dwikorita bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei sudah berada di lokasi bencana tanah longsor.

"Tim mitigasi langsung terjun ke lokasi bencana dengan tujuan untuk mencari fakta riil di lapangan," ujar Rektor UGM Dwikorita Karnawati dalam pers rilis Humas UGM, Senin (3/4/2017).

Baca juga: Cerita Warga Terdampak Longsor Ponorogo yang Melahirkan Saat Mengungsi

"Tim juga melakukan analisis dan mitigasi kemungkinan adanya longsor susulan baik di lokasi kejadian atau pun wilayah lain di Ponorogo," lanjutnya.

Pakar geologi UGM ini menyampaikan bahwa anggota tim mitigasi yang turun ke lokasi berasal dari beberapa bidang ilmu.

Tim juga membantu pemetaan lokasi relokasi bagi warga yang terdampak bencana. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan drone.

"Kalau dilihat secara alamiah memang kondisi lerengnya labil, ditambah curah hujan yang tinggi. Struktur geologinya rapuh dengan adanya zona patahan," tuturnya.

Dwikorita menjelaskan, tim dari UGM juga bertugas menggalakkan perlunya menerapkan ilmu titen untuk mengenali ciri-ciri lahan dan lereng yang rentan longsor atau pun tanda-tanda awal lereng akan longsor.

"Dengan ilmu titen ini diharapkan masyarakat akan semakin memahami peringatan dini longsor, sehingga dapat mencegah ataupun menghindari longsor," urainya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, pemerintah daerah beserta masyarakat sebenarnya sudah mengantisipasi terjadinya longsor tersebut. Hal itu terbukti ketika warga sudah mengungsi pada malam hari, namun pada saat kejadian mereka tengah kembali bekerja di ladang.

"Sistem peringatan dini sebenarnya sudah berjalan. Tapi pada saat kejadian warga ada yang kembali ke ladangnya," tandasnya.

Baca juga: 26 Korban Longsor Ponorogo Masih Hilang, 1.655 Personel SAR Lakukan Pencarian

Pihaknya merelokasi warga ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi serta pencarian korban juga terus dilakukan.

"Untuk bantuan logistik sudah mencukupi dan berjalan dengan baik," pungkasnya.

Kompas TV Longsor, 26 Warga di Desa Ini Hilang
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.