Kepala Perguruan: Pembunuhan oleh Siswa SMA Taruna Nusantara di Luar Logika

Kompas.com - 02/04/2017, 10:59 WIB
Siswa Kelas 10 SMA Taruna Nusantara, Kresna Wahyu Nurrachmad (14) dimakamkan di TPU Giriloyo, Kota Magelang, Jumat (31/3/2017). Kresna diduga dibunuh dini hari yang sama di barak Kompleks SMA Taruna Nusantara, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah.

Kompas/Dimas Waraditya Nugraha (DIM)
31-03-2017 KOMPAS/DIMAS WARADITYA NUGRAHASiswa Kelas 10 SMA Taruna Nusantara, Kresna Wahyu Nurrachmad (14) dimakamkan di TPU Giriloyo, Kota Magelang, Jumat (31/3/2017). Kresna diduga dibunuh dini hari yang sama di barak Kompleks SMA Taruna Nusantara, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Kompas/Dimas Waraditya Nugraha (DIM) 31-03-2017
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com - Kepala Lembaga Perguruan Taruna Nusantara Magelang Puguh Santoso menilai bahwa kasus pembunuhan yang melibatkan siswa SMA Taruna Nusantara adalah kejadian di luar logika.

Sekolah yang berada di Jalan Magelang-Purworejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, ini termasuk sekolah unggulan yang menerapkan proses seleksi ketat bagi calon siswanya.

"Dari tahun ke tahun selalu dievaluasi. Kami berpikir, kenapa ini terjadi sangat di luar logika," ujar Puguh di markas Polres Magelang, Sabtu (1/4/2017).

Puguh menjelaskan, proses seleksi masuk SMA Taruna Nusantara meliputi seleksi akademis dan kesehatan dengan syarat yang ketat. Bahkan sejak calon siswa masih duduk di bangku SMP. Untuk seleksi kesehatan juga tidak sekedar fisik tapi juga sisi kejiwaan calon siswa.

"Untuk seleksi sudah berjalan terutama dari sisi kejiwaan. Kami lakukan secara profesional dan ada yang membidangi, dari psikologi dan kesehatan jiwa. Semua proses syaratya sangat selektif baik kesehatan maupun akademik," papar Puguh.

Konsep yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar pun cukup ketat, dari sisi pengajaran di kelas, pengasuhan dan pelatihan. Ketentuan ini sudah disosialisasikan bagi orang tua yang hendak memasukkan siswanya ke SMA yang telah mencetak ratusan generasi berprestasi ini.

"Ketika anak-anak dibawa dari proses awal SMP masuk SMA Taruna Nusantara, tidak ada masalah. Korban berani koreksi dan tegur tersangka, inilah yg jadi berontak tersangka. Dengan usia yang masih 15 tahun seharusnya muncul rasa senasib sepenanggungan," ungkap Puguh.

Dia menduga, kemungkinan ada pengaruh lain yang menyebabkan tersangka nekat membunuh kawannya sendiri, misalnya akibat gambar-gambar atau film yang mengandung unsur kekerasan, meskipun hal itu sudah diantisipasi pihak sekolah dengan membatasi siswa mengakses televisi maupun ponsel.

"Perlu kami tekankan bahwa sekolah pantang bertindak kekerasan, memukul, berantem, menyontek, mencuri, asusila, hingga narkoba. Ini jadi atensi kami bersama," tambahnya.

(Baca juga: Ini Motif Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara)

Puguh menuturkan, pihaknya terbuka kepada aparat kepolisian yang tengah mengusut kasus yang baru pertama terjadi di sekolah ini. Ia berharap kasus serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

Regional
Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Regional
Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Regional
Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Regional
Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X