Kompas.com - 01/04/2017, 20:20 WIB
|
EditorErlangga Djumena

PONOROGO, KOMPAS.com - Pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun tanah longsor di Dukuh Tingkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur sementara dihentikan menyusul cuaca yang tidak bersahabat.

Pencarian korban bencana tanah longsor yang menghantam puluhan rumah warga itu akan dilanjutkan besok, Minggu (2/4/2017) pagi.

"Kondisi di lokasi tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian dan evakuasi. Selain cuaca yang tidak bersahabat, tanahnya masih bergerak. Besok pagi baru akan dilanjutkan pencariannya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono, Sabtu ( 1/4/2017) malam.

Baca juga: Longsor di Pulung Ponorogo, 18 Orang Hilang

Untuk mengevakuasi korban yang tertimbun tanah longsor, kata Budi, digunakan alat berat dari Dinas PU Ponorogo, Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur, Balai Sungai Solo, dan Dinas PU Trenggalek.

Saat ini, alat berat untuk mengevakuasi korban hilang yang tertimbun tanah longsor masih dalam perjalanan menuju lokasi.

Tentang kemungkinan tanah longsor susulan, Budi mengatakan kemungkinan tanah longsor susulan bisa terjadi. Apalagi saat ini terdapat sungai yang terbendung oleh longsoran tanah.

"Khawatirnya ketika hujan debit air sungai membesar bisa berpotensi tanah longsor," ungkap Budi.

Ia menyebutkan, material tanah longsor yang menimbun rumah warga mencapai lima hingga tujuh meter. Kondisi itu mengakibatkan rumah sudah kelihatan lagi karena tertutup total tanah longsor.

"Kalau posisi rumahnya dibawah maka akan semakin banyak tanah menimbun," kata Budi.

Untuk menampung warga yang selamat, Budi menyatakan sudah menyiapkan tiga posko sementara tiga. Warga yang selamat mencapai ratusan orang.

Budi mengatakan, relawan terus berdatangan dari tingkat pusat, propinsi dan kabupaten.

"Pantaun kami tim dari BPBD Jawa Timur mendatangkan makanan siap saji. Sementara personel Brimob dan tim BPBD Kota Madiun datang ke lokasi membantu evakuasi," katanya.

Untuk data warga yang dilaporkan hilang tertimbun tanah longsor, Budi mengatakan, hasil klarifikasi dengan kepala desa setempat mencapai 28 orang dan 23 rumah tertimbun.

Baca juga: Longsor Ponorogo, 38 Orang Diperkirakan Masih Tertimbun

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.