Ramainya Pengunjung Beri Makan Rusa Totol di Istana Bogor pada Hari Libur

Kompas.com - 31/03/2017, 21:17 WIB
Seorang anak kecil sedang memberi makan rusa di depan Istana Bogor, Selasa (28/3/2017). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahSeorang anak kecil sedang memberi makan rusa di depan Istana Bogor, Selasa (28/3/2017).
|
EditorCaroline Damanik

BOGOR, KOMPAS.com - Kawasan Istana Bogor di pusat Kota Hujan ini kerap diserbu pengunjung, baik dari Bogor maupun luar kota, setiap akhir pekan atau saat hari libur tiba.

Pengunjung biasanya menikmati alam sambil memberi makan ke rusa-rusa totol yang ada di kawasan itu dari balik pagar karena memang tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan Istana Bogor.

Biasanya, pengunjung menyuapi rusa-rusa totol tersebut dengan wortel yang dijajakan bebas oleh penjual di pinggir jalan.

Pada akhir pekan, wortel biasanya dijual Rp 1.000 per ikat. Namun, pada hari libur khusus, harga wortel mencapai Rp 2.000 per ikat atau Rp 5.000 per tiga ikat.

Asep, warga Bogor, mengaku sengaja datang ke Istana Bogor bersama anaknya pada hari libur Nyepi, Selasa (28/3/2017), hanya untuk melihat rusa totol.

Menurut Asep, ini adalah salah satu bentuk liburan hemat sebab tidak butuh biaya besar. Cukup beli atau bawa wortel, lanjut dia, mereka sudah bisa memberi makan rusa-rusa totol di sekitar Istana Bogor.

"Saya sering ajak keluarga tiap akhir pekan dan hari libur ke sini. Ya, murah. Apalagi saya tinggal di Bogor, jadi terjangkaulah. Cukup beli wortel aja. Kalau liburan ke Puncak kan jauh, belum lagi macetnya," tutur Asep.

Selain itu, dia mengaku juga bisa mengajarkan tentang alam dan hewan kepada anaknya melalui aktivitas murah meriah ini.

Dikutip dari berita Kompas.com pada 2010, Junaidi, tenaga staf protokoler Istana Bogor pada saat itu, bercerita bahwa rusa-rusa totol asal Nepal atau chital itu didatangkan dari Nepal pada tahun 1808 oleh Gubernur Jenderal Belanda yang memimpin saat itu.

Rusa-rusa tersebut sengaja didatangkan untuk menghiasi halaman Istana Bogor yang dulunya merupakan tempat peristirahatan 38 gubernur jenderal Belanda. Saat itu, jumlah rusa totol hanya sebanyak enam ekor saja.

"Awalnya, gubernur hanya membawa enam ekor rusa, lalu berkembang biak hingga kini mencapai 860 ekor," katanya saat memandu warga yang berkunjung.

(Baca juga: 860 Rusa Totol Huni Istana Bogor)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Regional
Motor Tabrak Truk, Ibu dan Dua Anak yang Dibonceng di Depannya Tewas

Motor Tabrak Truk, Ibu dan Dua Anak yang Dibonceng di Depannya Tewas

Regional
Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Regional
Gubernur Riau Beri Smartphone untuk Anak yang Viral Bikin Konten Pakai Masker

Gubernur Riau Beri Smartphone untuk Anak yang Viral Bikin Konten Pakai Masker

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Bener Meriah Tutup 17 Sekolah

Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Bener Meriah Tutup 17 Sekolah

Regional
Mudik dari Palembang Lalu Pergi ke Solo, Pria Ini Terpapar Corona

Mudik dari Palembang Lalu Pergi ke Solo, Pria Ini Terpapar Corona

Regional
Isolasi Mandiri Ketat Warga dari Luar Kota, Toraja Utara Kini Hampir Nol Kasus Covid-19

Isolasi Mandiri Ketat Warga dari Luar Kota, Toraja Utara Kini Hampir Nol Kasus Covid-19

Regional
Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Regional
Tekan Jumlah Kematian akibat Covid-19, Dinkes NTB 'Screening' Lansia

Tekan Jumlah Kematian akibat Covid-19, Dinkes NTB "Screening" Lansia

Regional
Pameran Seni Rupa 'Sugih Ora Nyimpen', Gambarkan Sosok Mendiang Jakob Oetama

Pameran Seni Rupa "Sugih Ora Nyimpen", Gambarkan Sosok Mendiang Jakob Oetama

Regional
Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Regional
Puluhan Vila di Puncak Bogor Disegel karena Nekat Disewakan Saat PSBB

Puluhan Vila di Puncak Bogor Disegel karena Nekat Disewakan Saat PSBB

Regional
12 Tenaga Medis RSUD Jambi Positif Covid-19, Layanan ICU hingga Radiologi Ditutup

12 Tenaga Medis RSUD Jambi Positif Covid-19, Layanan ICU hingga Radiologi Ditutup

Regional
Berkumpul hingga Larut Malam, Ratusan PSK di Babel Digiring ke Kantor Polisi

Berkumpul hingga Larut Malam, Ratusan PSK di Babel Digiring ke Kantor Polisi

Regional
Kampanye di Tengah Pandemi, Paslon Penantang Petahana di Malang Maksimalkan Platform Digital

Kampanye di Tengah Pandemi, Paslon Penantang Petahana di Malang Maksimalkan Platform Digital

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X