Jaksa Sita Aset Tersangka Korupsi Pembebasan Lahan Bandara Makassar

Kompas.com - 31/03/2017, 06:58 WIB
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. angkasapura1.co.idBandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kejati Sulselbar) mulai menyita aset para tersangka korupsi pembebasan lahan perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Kepala Kejati Sulselbar, Jan Samuel Maringka yang dikonfirmasi, Kamis (30/3/2017), mengatakan, penyitaan aset terhadap 9 tersangka mulai dilakukan, Rabu (29/3/2017) hingga sekarang. Aset milik 9 tersangka yang disita berupa rumah mewah, mobil mewah, motor hingga lahan.

"Selama dua hari ini, tim sudah berhasil menyita 14 rumah mewah, 8 unit mobil dan motor serta beberapa lahan. Total sementara yang disita oleh tim di lapangan sudah mencapai Rp 16,7 miliar. Kita terus akan melakukan penyitaan aset para tersangka untuk memulihkan kerugian negara," tegasnya.

Baca juga: AP 1 Dukung Penuntasan Korupsi Perluasan Bandara Sultan Hasanuddin

Jan Samuel menyebutkan, barang yang disita baik berupa barang maupun uang tunai sudah mencapai Rp 25 miliar. Sebelumnya, tim penyidik telah menyita uang Rp 8,7 miliar dari rekening PT Angkasa Pura I di kantor BRI Cabang Maros, Sulsel, Kamis (6/10/2016).

Aset yang disita oleh tim jaksa adalah milik mantan camat Mandai Machmud Usman di Jalan Maccini Baru, Makassar. Lalu rumah milik tersangka Muchtar, juru ukur tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Maros, yang berada di jalan Bahagia, Kabupaten Maros.

"Selain itu, tim juga menyita sebuah rumah mewah milik Kepala BPN Maros Andi Nuzulia di Perumahan Puri Istanbul Blok B6 Nomor 10 Makassar," ungkapnya.

Jan Samuel menegaskan, 9 tersangka sudah lama ditahan oleh tim jaksa di Lapas Klas 1 Makassar untuk selanjutnya akan disidangkan. Dari sembilan tersangka, 4 di antaranya sudah dalam tahap persidangan.

"Dalam kasus korupsi pembebasan lahan perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini bukan hanya sembilan orang tersangka. Tunggu akan ada tersangka baru yang diumumkan dan dilakukan penahanan," katanya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pembebasan lahan perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar seluas 60 hektar ini ditangani oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejati Sulsel pada akhir tahun 2015 silam.

Baca juga: Tersangka Baru Korupsi Bandara Sultan Hasanuddin Bertambah 5 Orang

Sejumlah orang mulai dari kepala dusun, kepala desa, camat, beberapa petugas BPN hingga kepala BPN Maros akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Para tersangka diduga kuat telah melakukan manipulasi data dan harga tanah yang akan dibebaskan oleh pihak Angkasa Pura 1, sehingga terjadi pembengkakan anggaran pembebasan lahan ganti rugi milik warga dari Rp 186 miliar menjadi Rp 520 miliar. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 315 miliar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Regional
Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebara Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebara Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Regional
Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X