Tangkap dan Jual 7 Ekor Penyu Hijau, Melomen Ditangkap Polisi

Kompas.com - 25/03/2017, 11:12 WIB
Seorang turis mancanegara memegang penyu hijau sebelum dilepaskan di Pantai Kuta, Bali, Selasa (7/2/2017). Ditpolair Polda Bali merilis 7 dari keseluruhan 11 ekor barang bukti hasil ungkap kasus perdagangan ilegal penyu hijau di akhir 2016 dan awal 2017. AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKASeorang turis mancanegara memegang penyu hijau sebelum dilepaskan di Pantai Kuta, Bali, Selasa (7/2/2017). Ditpolair Polda Bali merilis 7 dari keseluruhan 11 ekor barang bukti hasil ungkap kasus perdagangan ilegal penyu hijau di akhir 2016 dan awal 2017.
|
EditorErlangga Djumena

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat kepolisian Resor Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membekuk seorang pria bernama Melomen, warga Desa Batubau, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, karena menangkap dan menjual tujuh ekor penyu hijau yang merupakan satwa dilindungi.

Wakil kepala Kepolisian Resor Kupang Komisaris Polisi Sriyati mengatakan, selain menangkap Melomen, pihaknya juga mengamankan empat orang yang membeli tujuh penyu itu.

Kejadian itu lanjut Sriyati, bermula ketika polisi yang mendengar informasi adanya transaksi jual beli penyu yang dilindungi. Anggota polisi pun turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Kejadian pada Kamis (23/3/2017) tengah malam sekitar pukul 23.30 Wita. Setelah membeli penyu itu, empat orang yang saat ini kita periksa sebagai saksi, mengendarai satu unit mobil pikap dengan nomor polisi DH 9499 BC yang mengangkut tujuh ekor penyu hijau, sehingga anggota kita langsung tangkap dan membawa mereka ke Polres Jumat (24/3/2017) kemarin,” kata Sriyati kepada Kompas.com, Sabtu (25/3/2017) pagi.


Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap empat saksi ini, diketahui kalau penyu itu dijual oleh Meloman. Mendengar keterangan itu polisi lalu bergerak cepat dan menangkap Melomen.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil pikap dan satu pukat penangkap penyu.

Usai menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti lanjut Sriyati, pihaknya kemudian melakukan kordinasi dengan BKSDA Provinsi NTT guna mendapatkan keterangan ahli dan

Sementara penangkap penyu sebagai saksi dan untuk pengembangan di periksa di polres.

Sementara penyu diserahkan kepada BKSDA untuk dilakukan pelepasan kembali di Pantai Lasiana.

Atas perbuatannya itu, tersangka Melomen bakal dijerat dengan pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2 huruf a Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Baca juga: Rogoh Kocek Sendiri untuk Selamatkan Penyu, Yusri Tuai Simpati Berbagai Pihak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X