Kompas.com - 24/03/2017, 16:59 WIB
KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATI Sejumlah nelayan berebutan menyalami Menteri KKP Susi Pujiastuti saat berkunjung di Pangkalan Pendaratan Ikan di Kendari. (KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATI)KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATI
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta para nelayan untuk tidak mengunakan bom ikan.

Hal itu disampaikan Susi saat berdialog dengan nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Jumat (24/3/2017).

Baca juga: Nelayan Kendari "Curhat" soal Urus Izin Kapal ke Menteri Susi

Dalam kesempatan itu, Susi meminta tolong kepada nelayan untuk menghentikan penangkapan ikan dengan menggunakam potasium dan bom.

Menurutnya, jika para nelayan tidak mampu menjaga terumbu karang, maka ia akan memanggil kembali kapal-kapal asing yang telah diusir.

"Pemerintah sudah kerja, usir kapal-kapal asing. Anda kerja jaga karang masing-masing, kalau tidak bisa jaga terumbu karang, saya panggil kapal-kapal China, Thailand, suruh balik ke Kendari,” kata Susi kepada sejumlah nelayan, Jumat (24/3/2017).

Dia mengungkapkan, ada satu pulau di Sulawesi Tenggara yang menjadi tempat merakit bom ikan.

"Kendari itu paling terkenal. Ibu keliling seluruh Indonesia semua masyarakat mengeluh, Ambon, Sorong, NTT dan NTB, kenapa karangnya rusak karena dibom sama orang Sulawesi Selatan sama Tenggara. Di Pulau Saponda bomnya ada di sana,” ungkap Susi,Jumat (24/3/2017).

Tak hanya itu, Susi juga memberikan nomor ponselnya kepada para nelayan untuk melaporkan jika ada nelayan yang masih memakai bom saat menangkap ikan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penangkapan ikan dengan menggunakan bom merusak tempat hidup dan bertelurnya ikan.

Baca juga: Survei Kinerja Menteri, Susi Pudjiastuti Terbaik dan Anies Mengejutkan

Di akhir kunjungannya di Kendari, Menteri Susi menyerahkan bantuan asuransi nelayan kepada istri almarhum Nasrul di VIP Bandara Haluoleo. Nasrul merupakan nelayan yang meninggal akibat kecelakaan saat mengantar jurangan ke rumahnya.

"Ketentuannya nelayan meninggal di darat mendapatkan asuransi senilai Rp 160 juta. Asuransi ini sangat bagus, jadi mari seluruh nelayan segera mendaftarkan diri,” tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.