Redam Konflik Angkot-Ojek "Online", Ini yang Dilakukan Pemkot dan Pemkab Bogor

Kompas.com - 24/03/2017, 13:14 WIB
Sejumlah perwakilan sopir angkot dan ojek oline berkumpul di Kantor Balai Kota Bogor membacakan kesepakatan damai antar kedua belah pihak, Kamis (23/3/2017). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahSejumlah perwakilan sopir angkot dan ojek oline berkumpul di Kantor Balai Kota Bogor membacakan kesepakatan damai antar kedua belah pihak, Kamis (23/3/2017).
|
EditorErlangga Djumena

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor sepakat untuk meredam konflik yang terjadi paska bentrok yang melibatkan sopir angkot dan ojek online di Bogor, sejak Senin (20/3/2017).

Salah satu butir kesepakatan yang tercapai antar dua pemerintahan itu adalah merespons perubahan atau revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32/2016 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, yang akan diturunkan dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Wali Kota (Perwali).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuturkan, siang ini, Jumat (24/3/2017), jajarannya akan mengundang Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi, dan pengusaha transportasi online Grab, Go-Jek, dan Uber, untuk mempertajam revisi aturan tersebut.

"Kami sedang merumuskan aturan-aturan itu, selama belum ada payung hukum yang valid dan sah. Ini kesepakatan informal. Saat ini sedang kami bangun dan sudah mulai disusun. Itu disepakati antara online dan angkot, dan nanti akan kita tajamkan lagi," ucap Bima, Jumat (24/3/2017).


Bima berharap, nantinya pertemuan tersebut bisa menyepakati aturan yang lebih jelas mengenai operasional angkutan online roda dua.

Ia menilai, perlu ada terobosan baru mengatur tarif dan jangkauan, termasuk membatasi jumlah angkutan online di daerah.

"Perusahaan-perusahaan (online) ini belum pernah berkoordinasi dengan pemerintah daerah sehingga kami kesulitan mengendalikannya. Mereka juga harus memiliki komitmen untuk sama-sama menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara angkutan online dengan sopir angkot di Bogor ini," jelasnya.

(Baca juga: Ojek Online dan Sopir Angkot Ricuh, Kapolri Tegur Kepolisian Bogor )

Sementara, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, dirinya berharap peraturan untuk angkot dan angkutan online jelas, sehingga tidak ada gesekkan dan dapat dipahami oleh kedua pihak.

Nurhayanti menambahkan, baik Kota dan Kabupaten Bogor juga sepakat untuk menjaga kondusifitas di masing-masing wilayahnya.

"Saya berharap agar nantinya ada Peraturan Bupati dan Peraturan Walikota untuk mengatur kuota jumlah angkutan online dan tarif atas dan batas bawah," kata Nurhayanti.

Lanjutnya, persoalan angkutan umum tidak bisa diselesaikan hanya di tingkat daerah saja. Menurut dia, perlu regulasi yang jelas sehingga masing-masing pihak tidak saling berkompetisi mengangkut penumpang di satu wilayah tertentu.

"Kita sedang dorong pemerintah pusat agar regulasi itu bisa untuk diimplementasikan di daerah dengan memberikan kewenangannya pada pemerintah daerah," sebutnya.

baca juga: Polisi: Hoax Penyebab Bentroknya Kembali Angkot dan Ojek Online di Bogor

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditabrak, Kapal Pengangkut Semen Tenggelam di Pelabuhan Lembata

Ditabrak, Kapal Pengangkut Semen Tenggelam di Pelabuhan Lembata

Regional
Kulit Melepuh Saat Terkena Matahari, Kakak Beradik di Palembang Idap Penyakit Kulit Langka

Kulit Melepuh Saat Terkena Matahari, Kakak Beradik di Palembang Idap Penyakit Kulit Langka

Regional
Pemprov Papua Bakal Tambah Dana PON XX Rp 2 Triliun

Pemprov Papua Bakal Tambah Dana PON XX Rp 2 Triliun

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Prajurit TNI Korban Longboat Terbalik di Papua

Tim SAR Hentikan Pencarian Prajurit TNI Korban Longboat Terbalik di Papua

Regional
Kapolresta Malang kepada Tahanan Kabur: Serahkan Diri, Kami Akan Layani dengan Baik

Kapolresta Malang kepada Tahanan Kabur: Serahkan Diri, Kami Akan Layani dengan Baik

Regional
Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Diuji Coba Januari 2020

Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Diuji Coba Januari 2020

Regional
Alasan Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Naik Angkutan Umum, Sakit dan Tak Mau Dijemput

Alasan Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Naik Angkutan Umum, Sakit dan Tak Mau Dijemput

Regional
Wakil Wali Kota Serang Bakal Jatuhkan Sanksi kepada ASN yang Kabur Saat Acara Pengajian

Wakil Wali Kota Serang Bakal Jatuhkan Sanksi kepada ASN yang Kabur Saat Acara Pengajian

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Puluhan Penyu Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Laut Donggala

Puluhan Penyu Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Laut Donggala

Regional
Kisah Rianto Penari Lengger Lanang Banyumas, Perjalanan Hidupnya Diangkat di Film Kucumbu Tubuh Indahku

Kisah Rianto Penari Lengger Lanang Banyumas, Perjalanan Hidupnya Diangkat di Film Kucumbu Tubuh Indahku

Regional
Dengan Stiker 'Keluarga Miskin', Desa Ini Berhasil Tertibkan Penerima Bantuan PKH

Dengan Stiker "Keluarga Miskin", Desa Ini Berhasil Tertibkan Penerima Bantuan PKH

Regional
Fakta Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Berawal dari Korban Minta Rokok ke Pelaku

Fakta Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Berawal dari Korban Minta Rokok ke Pelaku

Regional
Jawaban Bobby Nasution soal Tudingan Tengah Membangun Politik Dinasti

Jawaban Bobby Nasution soal Tudingan Tengah Membangun Politik Dinasti

Regional
Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X