Kompas.com - 24/03/2017, 09:54 WIB
Suasana Nyepi di Bandara Ngurah Rai, Rabu (9/3/2016) lalu. KOMPAS.com/SRI LESTARISuasana Nyepi di Bandara Ngurah Rai, Rabu (9/3/2016) lalu.
EditorErlangga Djumena

DENPASAR, KOMPAS.com - Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali meminta wisatawan naik domestik maupun mancanegara untuk tidak datang ke Pulau Dewata saat umat Hindu melaksanakan ibadah Tapa Brata Penyepian (Nyepi) pada 28 Maret 2017.

"Turis atau masyarakat Nusantara yang merencanakan berlibur ke Pulau Dewata agar memajukan atau menunda sehari untuk jadwal keberangkatan ke Bali, karena saat itu seluruh sarana transportasi lumpuh," kata Ketua MUDP Provinsi Bali, Jero Gede Suwena Putus Upadesa, di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, seluruh armada penerbangan dan penyeberangan laut dari Bali ke berbagai tujuan maupun sebaliknya tidak beroperasi selama 24 jam, mulai Selasa (28/3) pukul 06.00 Wita hingga keesokan harinya atau Rabu (29/3) pukul 06.00 waktu setempat.

Keenam pelabuhan laut di Bali meliputi Pelabuhan Benoa (kota Denpasar), Pelabuhan Celukan Bawang (Buleleng), Pelabuhan Gilimanuk yang menghubungkan Bali-Jawa dan Pelabuhan Padangbai yang menghubungkan Bali-Lembar, NTB. Semuanya tidak melakukan aktivitas.

Demikian pula pelabuhan Tanah Ampo di Kabupaten Karangasem yang khusus dirancang melayani kapal pesiar dari mancanegara dan pelabuhan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, sebuah pulau yang terpisah dari daratan Bali juga tidak ada aktivitas.

Jero Gede Suwena Putus Upadesa menambahkan, sementara Bandara internasional Ngurah Rai juga akan ditutup secara total untuk semua jenis penerbangan, baik domestik maupun luar negeri, guna menyambut Tahun Baru Saka 1939, yang jatuh pada hari Selasa, 28 Maret 2017.

(Baca juga: Selama Hari Nyepi, Bandara Ngurah Rai Ditutup 24 Jam )

Selain itu seluruh armada transportasi di Bali juga tidak bergerak dari tempat parkirnya masing-masing, sedangkan umat Hindu menutup pintu rumah untuk melaksanakan Tapa Brata Penyepian.

Ia mengharapkan Pemkab Jembrana yang berbatasan dengan provinsi tetangga atau Jawa Timur (Banyuwangi) maupun Pemkab Karangasem dengan Nusa Tenggara Barat atau NTB (Lombok), agar menyosialisasikan seruan dan kesepakatan bersama Majelis Lintas Agama dan Keagamaan di Provinsi Bali dalam menyukseskan pelaksanaan Hari Suci Nyepi.

Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi wisatawan dalam negeri yang ingin ke Bali menjadi "tertahan" (tertunda) di Pelabuhan Gilimanuk (Bali barat) atau di Pelabuhan Padangbai (Bali timur).

Umat Hindu pada peralihan Tahun Baru Saka dari 1938 ke 1939 itu melaksanakan tapa brata penyepian yakni empat pantangan yang meliputi tidak bekerja (amati karya), tidak menyalakan api/lampu (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan) serta tidak mengadakan rekreasi, bersenang-senang atau hura-hura (amati lelanguan).

Sebelumnya, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), majelis tertinggi umat Hindu di Bali, telah mengeluarkan pedoman tentang pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1939, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan tempat, waktu dan keadaan desa adat (desa kala patra).

Baca juga: Di Balik Hening pada Hari Nyepi Umat Hindu

Baca tentang


Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X