Setahun, Mafia Pupuk Bersubsidi di Purwakarta Kantongi Rp 500 Juta

Kompas.com - 23/03/2017, 21:20 WIB
Ilustrasi pupuk bersubsidi KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANIlustrasi pupuk bersubsidi
EditorReni Susanti

 

PURWAKARTA, KOMPAS.com – Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agta Bhuwana Putra mengatakan, aksi enam tersangka mafia pupuk sudah berlangsung setahun. Modusnya, mengurangi volume pupuk bersubsisi kemasan 50 Kg.

Agta menjelaskan, kemasan pupuk 50 Kg, dibolongi dengan menggunakan paralon. Lalu, isinya dikeluarkan antara tiga sampai lima kilogram per karungnya. Lalu, karung yang sudah rusak, diganti dengan karung baru, yang resmi dikeluarkan pabrik.

Begitu pula dengan pupuk yang mereka curi itu, dikumpulkan lalu dikemas dalam karung resmi ukuran 50 Kg. “Dalam sebulan, enam tersangka ini mampu mencuri pupuk bersubsidi sebanyak 33 ton,” ujar Agta di Purwakarta, Kamis (23/3/2017).

Pupuk tersebut, sambung Agta, dijual ke petani langsung maupun pengecer. Harganya, antara Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per kilogram. Mereka menjual pupuk hasil penyelewengan itu, tanpa surat DO.

"Penyelewengan yang dilakukan mereka itu, sudah berlangsung selama setahun," ujarnya.

Atas ulah mereka, petani dirugikan. Sebab, volume pupuk bersubsidinya berkurang. Adapun keuntungan yang mereka dapat selama setahun ini, mencapai Rp 500 juta.

(Baca juga: Hanya Bermodal Rp 12.000, Pupuk Palsu Dijual ke Petani Rp 120.000)

 Keenam tersangka itu yakni dua kepala gudang, satu petugas administrasi, dan tiga petugas checker. Mereka terancam dijerat pasal 6 ayat 1 huruf b, Jo Pasal 1 Sub 3e UU No 7/1955, tentang Pengusutan Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi. Adapun ancamannya enam tahun kurungan penjara.

Sementara itu, Kepala Gudang Lini III Sukatani PT Pupuk Kujang Cikampek, Dimas Muhyidin mengakui, perbuatannya ini sudah berlangsung selama setahun terakhir.

Hasil penjualan pupuk yang dicuri itu dikumpulkan, lalu dibagi-bagi dengan empat anak buahnya. Dalam sebulan, bisa terkumpul Rp 16 juta.

"Kami bekerja pada PT Hurip Utama yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Kujang," tutupnya.

(Baca juga: Polisi Bekuk Enam Mafia Pupuk Bersubsidi di Purwakarta)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Regional
11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

Regional
Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Regional
Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Regional
Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Regional
Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Regional
Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Regional
Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Regional
Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X