Bom Molotov di Rumah Ketua DPD PAN Gresik, Polisi Kumpulkan Pimpinan Partai

Kompas.com - 23/03/2017, 19:21 WIB
Tim dari Labfor Polda Jawa Timur saat melakukan olah TKP di mobil Khamsun yang dilempar bom molotov. HamzahTim dari Labfor Polda Jawa Timur saat melakukan olah TKP di mobil Khamsun yang dilempar bom molotov.
|
EditorReni Susanti

GRESIK, KOMPAS.com – Polres Gresik mengumpulkan para pimpinan partai di wilayahnya. Ini dilakukan untuk mencegah pelemparan bom molotov ke rumah Ketua DPD PAN Gresik, Senin (20/3/2017) terulang. 

“Ini hanya sebagian dari usaha kami, untuk mencegah aksi seperti yang dialami oleh Ketua DPD PAN Gresik. Selain juga, untuk memberikan edukasi dan pengayoman kepada masyarakat kepada umumnya,” ucap Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito, kepada pimpinan partai atau yang mewakilinya, Kamis (23/3/2017).

(Baca juga: Rumah Ketua DPD PAN Dilempar Bom Molotov, Polisi Diminta Usut Tuntas)

Dalam pertemuan tersebut, Boro mengusulkan pimpinan partai agar melengkapi wilayah rumahnya dengan closed-circuit television (CCTV). Hal ini untuk pengamanan dan menjaga kondusivitas Gresik.

"Sebab nantinya sama dengan yang sudah kami lakukan di rumah Ketua DPD PAN Gresik, yang telah kami pasangi CCTV, aksesnya bisa langsung kami pantau melalui layar yang ada di Polres,” jelasnya.

Ketua DPD PDIP Gresik, Siti Muafiyah menyambut baik rencana tersebut. Walaupun di rumahnya sendiri sudah mengunakan CCTV, namun belum tentu dengan rumah pimpinan partai yang lain. 

“Demi keamanan dan kondusivitas kota yang kita cintai ini, apa salahnya untuk dicoba,” ujar

Hal serupa disampaikan Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik yang juga menjabat Wakil Bupati Gresik Mochammad Qosim.

“Tidak apa-apa dipasang CCTV dengan menggunakan APBD. Namun tetap harus dikomunikasikan dulu dengan rekan-rekan yang ada di dewan (DPRD Gresik). Kalau saya pribadi, pada dasarnya sangat mendukung upaya keamanan dari pihak kepolisian ini, karena manfaatnya saya kira cukup besar,” kata Qosim.

 

(Baca juga: Ketua DPD PAN Gresik Tak Tahu Alasan Teror Bom Molotov pada Dirinya)

Selain berdiskusi kondisi terkini, Kapolres Gresik memperkenalkan dan menyarankan penggunaan aplikasi Go Sigap sebagai antisipasi terhadap hal yang tidak diinginkan.

Berita sebelumnya,

dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Senin (20/3/2017) malam. Akibatnya, sebagian teras rumah dan juga bagian mobil Honda Freed W 1397 BO terbakar. Kasus ini masih didalami pihak berwajib, yang mulai memeriksa sejumlah saksi. Keyword foto; pemimpin partai Gresik



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Regional
Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Regional
Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Regional
Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Regional
Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Regional
Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Regional
Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Regional
KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

Regional
Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X