Dukun Palsu di Pontianak Tipu Korbannya Hingga Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 20/03/2017, 19:35 WIB
Tersangka bersama barang bukti saat dihadirkan di hadapan wartawan di Mapolresta Pontianak, Senin (20/3/2017). Dok Joni IskandarTersangka bersama barang bukti saat dihadirkan di hadapan wartawan di Mapolresta Pontianak, Senin (20/3/2017).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Pontianak mengamankan seorang dukun palsu bernama Restu Wiliyanto (32). Ia menipu korban yang menjadi pasiennya hingga ratusan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul mengatakan, pelaku ditangkap pada Rabu (15/3/2017). Polisi pun melakukan pengembangan kasus untuk melacak korban dari aksi tersebut.

"Tersangka melakukan penipuan dengan memberikan sebuah kertas Sintia atau kertas yang biasa digunakan untuk sembahyang di vihara, yang awalnya kertas tersebut tidak bertulisan, tapi oleh pelaku terlihat seolah-olah ada tulisannya," ujar Andi Yul, Senin (20/3/2017).

Kertas tersebut, sambung Andi Yul, kemudian dilipat-lipat hingga kecil. Sekitar 5 menit sesudahnya, kertas dibuka dan kemudian di dalam kertas tersebut ada tulisan yang menurut tersangka tulisan tersebut adalah tulisan dari Datok (makhluk gaib).

"Apa yang tertulis di dalam kertas tersebut, harus dipenuhi oleh keluarga korban. Apabila tidak bisa disanggupi permintaan tersebut, maka tersangka mengatakan di dalam keluarga korban akan terjadi musibah," ujar Andi.

Penipuan ini berawal pada akhir 2015 di salah satu rumah di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan. Dari keteranga tersangka, dalam pengobatannya, ia mendapat ilham dan dibantu oleh leluhur dari korban sendiri. 

"Ia datang melalui mimpi, setelah itu diberi arahan oleh Cengho. Ia juga yang mengikuti saya saat mengobati keluarganya," ujar Restu di Mapolresta.

Seusai pengobatan, terkadang pasien memberi imbalan tanpa ada paksaan dan diberikan secara tunai. Namun, lewat secarik kertas kuning yang di dalamnya tertulis kalimat aksara Cina, korbannya akan selalu patuh dalam mengeluarkan sejumlah uang.

Hingga saat ini, baru satu korban yang melapor kepada pihak kepolisian, dengan jumlah kerugian mencapai Rp 103 juta. Pelaku meminta mahar dengan imbalan memberikan emas batangan dan berbagai benda keramat yang terbuat dari emas palsu kepada korbannya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

Regional
'Saya Yakin Roh Papa Masih Ada, Menyaksikan Saya Meminang Istri...'

"Saya Yakin Roh Papa Masih Ada, Menyaksikan Saya Meminang Istri..."

Regional
Risma Siapkan Psikolog hingga Bantuan Pendidikan kepada 4 Bocah Korban Pencabulan

Risma Siapkan Psikolog hingga Bantuan Pendidikan kepada 4 Bocah Korban Pencabulan

Regional
Tenaga Medis Sekaligus Petugas Surveilans di Kalsel Meninggal akibat Corona

Tenaga Medis Sekaligus Petugas Surveilans di Kalsel Meninggal akibat Corona

Regional
Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Regional
Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Regional
Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Regional
Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Regional
Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Regional
1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X