Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Gunungkidul, Air Laut Masuk ke Warung

Kompas.com - 20/03/2017, 18:53 WIB
Ilustrasi: Gelombang tinggi selama 2 pekan yang mengnantam pantai Biau menyebabkan kerusakan rumah warga. Sebuah rumah milik nelayan mengalami rusak parah YosepIlustrasi: Gelombang tinggi selama 2 pekan yang mengnantam pantai Biau menyebabkan kerusakan rumah warga. Sebuah rumah milik nelayan mengalami rusak parah
|
EditorFarid Assifa

GUNUNGKIDUL, KOMPAS.com - Pantai pesisir Selatan Gunungkidul sejak Minggu (19 /03/2017) dilanda gelombang tinggi hingga air laut masuk ke warung. Para nelayan pun saat ini memilih berhenti melaut hingga gelombang kembali normal.

"Gelombang tinggi sudah terjadi sejak hari Minggu kemarin malam," ucap Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono saat dihubungi, Senin (20/3/2017).

Baca juga: 10 Perahu Nelayan di Situbondo Hancur Dihantam Gelombang Tinggi

Marjono menjelaskan, sampai Senin (20/03/2017) sore, gelombang tinggi masih terjadi. Dari hasil pantuan, tinggi gelombang Pantai Selatan Gunungkidul mencapai 3-4 meter.

Ia mengaku, potensi adanya gelombang tinggi di Pantai Selatan Gunungkidul ini sudah diinformasikan kepada para nelayan dan pemilik warung. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dampak dari gelombang tinggi.

"Sudah kita informasikan sepekan lalu. Nelayan di Pantai Baron saat ini memilih tidak melaut," tegasnya.

Selain menyebabkan nelayan tidak melaut, gelombang tinggi juga menerjang beberapa warung di pinggir Pantai Drini. Air laut bahkan sampai masuk ke warung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di pantai Drini, air laut sampai masuk ke dalam warung milik warga," katanya.

Sementara itu, Yanto, salah satu nelayan Pantai Baron, Gunungkidul, mengatakan, sebelum terjadi gelombang tinggi, tangkapan ikan memang sedang baik. Namun kini ia pasrah dan tidak akan nekat melaut karena berbahaya.

"Ya, sebenarnya lagi musim ikan, tapi ini kan alam. Manusia tidak bisa melawan kehendak alam, saya menunggu sampai gelombang normal lagi saja," pungkasnya.

Baca juga: Gelombang Tinggi Hantam Pantai Biau, 3 Rumah Nelayan Rusak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.