Dinilai Lakukan Blunder Politik, Ini Kata Ridwan Kamil

Kompas.com - 20/03/2017, 14:43 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat memberi sambutan dalam acara deklarasi dukungan Partai Nasdem Ridwan Kamil for Jabar 1 di Lapangan Tegalega Bandung, Minggu (19/3/2017) KOMPAS. com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat memberi sambutan dalam acara deklarasi dukungan Partai Nasdem Ridwan Kamil for Jabar 1 di Lapangan Tegalega Bandung, Minggu (19/3/2017)
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan bahwa dunia politik bersifat dinamis dan penuh ketidakpastian.

Hal ini disampaikan pria yang kerap disapa Emil ini menjawab pandangan Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi, yang menilai sikapnya menerima deklarasi dukungan Partai Nasdem berpotensi menjadi blunder bagi karier politiknya.

"Tiap pilihan itu selalu ada konsekuensi. Definisi blunder teh apa saya juga enggak ngerti," kata pria yang kerap disapa Emil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Senin (20/3/2017).

(Baca juga: Terima Nasdem, Ridwan Kamil Dinilai Bisa Bernasib seperti Dede Yusuf)

Pada dasarnya, lanjut Emil, politik itu penuh ketidakpastian alias dinamis. Dia berkaca pada Pilkada Jakarta karena peta politik terus berubah jelang pendaftaran Pilkada DKI Jakarta.

"Karena yang disebut riil itu hari H (pendaftaran). Punten dulu di Jakarta ada yang ditolak-tolak oleh si kader partai, pas diujung partai memutuskan mendukung yang ditolak itu, dia menjilat ludah sendiri mendukung. Jadi politik itu dinamis," ucapnya.

(Baca juga: Ridwan Kamil: Kan Janji Saya Itu Bukan Janji Dua Periode...)

Dia menegaskan, jika hingga saat ini dia belum memberi keputusan bulat soal rencananya untuk maju di Pilkada Jabar. Upaya dukungan dari parpol pun, ucap Emil, sewaktu-waktu bisa berubah.

"Kan sudah dibilang saya berkomunikasi dengan semuanya, belum ada kepastian yang mendukung duluan Alhamdulillah, yang kursinya kurang, dipahami karena yang kursinya penuh juga belum. Jadi banyak ketidakpastian," tuturnya.

"Antara mendeklarasikan dukungan dengan pendaftaran merupakan proses yang masih banyak dinamikanya. Kalau berkaca ke Jakarta kan banyak digadang-gadang, dideklarasikan, ternyata di pendaftaran beda dengan yang dideklarasikan. Jadi saya juga posisi batin hari ini masih berupaya tapi tidak akan memaksakan diri kalau tidak ada dukungan," tambahnya kemudian.

(Baca juga: Surya Paloh Beri Tiga Syarat untuk Ridwan Kamil )

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X