40 Anak Penyu Lekang Dilepas di Pantai Kuala Cut

Kompas.com - 19/03/2017, 08:48 WIB
Sebanyak 40 ekor anak penyu (tukik) lekang atau Lepidochelys olivacea dilepas ke laut oleh Komunitas Pencinta Ekosistem Laut di kawasan Pantai Kuala Cut, Lampuuk Aceh Besar. Telur-telur ini menetas setelah melalui proses penetasan selama 50 hari. Daspriani Y ZamzamiSebanyak 40 ekor anak penyu (tukik) lekang atau Lepidochelys olivacea dilepas ke laut oleh Komunitas Pencinta Ekosistem Laut di kawasan Pantai Kuala Cut, Lampuuk Aceh Besar. Telur-telur ini menetas setelah melalui proses penetasan selama 50 hari.
|
EditorIcha Rastika

ACEH BESAR, KOMPAS.com - Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Ekosistem Laut kembali berhasil menetaskan telur penyu di kawasan garis Pantai Lhoknga-Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar.

Sebanyak empat puluh ekor tukik berhasil menetas dan dikembalikan ke laut. Satu per satu tukik ini dilepas di pantai menuju laut lepas.

Aktivis Komunitas Pencinta Ekosistem Laut, Fakhrizan Mahyiddin, mengatakan bahwa tukik yang dilpeas ini adalah anak penyu lekang atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Lepidochelys olivacea.

"Selain dari induk penyu yang mendarat ke pantai dan menetas, sejumlah telur penyu ini juga dibeli dari para pemburu penyu dan kemudian ditangkar hingga menetas,” kata Fakhrizan, Sabtu (18/3/2017).

(Baca juga: BKSDA Gorontalo Lepas Ratusan Ekor Tukik di Pantai Dunu)

Mereka membeli telur penyu dari para pemburu penyu untuk menyelamatkan penyu dari aksi perburuan telur penyu yang dijual untuk dikonsumsi manusia.

"Kali ini jadwal melepas tukik juga kita sebarkan melalui media sosial dan berharap banyak orang yang menyaksikan, sehingga ini juga bisa menjadi bagian dari sosialisasi penyelamatan penyu dan edukasi bagi masyarakat," kata dia. 

Aksi melepas tukik ini tidak hanya menarik antusiasme warga setempat, tetapi juga menarik perhatian sejumlah wisatawan asing yang sedang menikmati keindahan alam di Pantai Kuala Cut Aceh Besar, atau lokasi yang dipilih untuk melepas tukik.

Para wisatawan asing tersebut mengatakan bahwa pantai-pantai di negaranya tidak pernah didarati penyu untuk menetas.

“Kami tidak sengaja ada di sini, kami sedang menikmati suasana pantai dan kebetulan ada kegiatan melepas tukik dan saya senang sekali bisa mendapat kesempatan melepasnya, ini belum pernah ada di negara saya,” kata Hana, turis asal Estonia.

(Baca juga: Kagama Lepasliarkan 1.000 Tukik di Pantai Ngagelan Banyuwangi)

Hana tidak sendiri. Ia bersama dua rekannya terlihat antusias ikut melepas tukik dan tidak lupa mengabadikan kegiatan tersebut. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Regional
Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Regional
Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Regional
Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Regional
13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X