Hindari Konflik, Menaker Minta Perusahaan Bina TKA

Kompas.com - 17/03/2017, 17:34 WIB
Menteri Ketenaga-kerjaan (Menaker) Muhammaf Hanif Dhakiri melihat   praktik rancang bangun di Laboratorium Pondok Pesantren Nurul Ulum di   Sembungan Utara, Ungaran, Kabupaten Semarang, jumat (17/3/2017) siang. Kompas.com/ Syahrul MunirMenteri Ketenaga-kerjaan (Menaker) Muhammaf Hanif Dhakiri melihat praktik rancang bangun di Laboratorium Pondok Pesantren Nurul Ulum di Sembungan Utara, Ungaran, Kabupaten Semarang, jumat (17/3/2017) siang.
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meminta perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing untuk melakukan pembinaan dalam hal memahami budaya lokal. Hal ini penting untuk meminimalisasi konflik antara TKA dengan tenaga kerja lokal.

"Kita ingin ada pembinaan kepada perusahaan agar TKA ini bisa (memahami), di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Berarti bisa memahami budaya dari masyarakat kita. Karena mungkin kan style-nya berbeda, budayanya beda sehingga bisa muncul konflik," kata Hanif Dhakiri di sela mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Ulum di Sembungan Utara, Ungaran, Kabupaten Semarang, jumat (17/3/2017).

Hal itu disampaikan Hanif terkait konflik antara Tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di pabrik pemurnian nikel milik PT Virtue Dragon Nikel Industri Dragon (VDNI) yang berada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), awal Maret lalu.

(Baca: Tenaga Kerja asal China Bentrok dengan Pekerja Lokal)

Konflik TKA dengan tenaga kerja lokal di Konawe tersebut, kata Hanif, murni tindakan pidana. "Kalau itu soal pidana, di mana-mana kalau kayak itu urusannya masuk pidana," tandasnya.

Menurut Hanif, konflik pekerja tersebut tidak akan terjadi apabila TKA memahami budaya atau kearifan lokal masyarakat setempat.

Pada era integrasi ekonomi khususnya MEA ini, kata Hanif, Indonesia harus menjadi negara yang ramah terhadap orang asing. Sikap ini harus dikedepankan sehingga ke depan tidak timbul permasalahan-permasalahan yang serius, terkait hubungan TKA dengan tenaga kerja lokal.

"Kalau soal TKA itu yang penting mereka legal, mereka tidak melanggar aturan. Kalau misalnya mereka ilegal ya kita pulangkan," ucapnya.

(Baca juga: 98 TKA Ilegal Asal China Diamankan di Proyek PLTU Pekanbaru)

Sementara itu Kepala Disnaker Soemardjito mengatakan, jumlah TKA di Kabupaten Semarang saat ini sebanyak 264 orang. Kesemuanya bekerja di 54 perusahaan berskala besar yang tersebar di beberapa kecamatan.

Sebagian besar mereka berasal dari Korea Selatan, India serta China. Selain itu juga dari Jerman, Taiwan, Malaysia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, Denmark, Filipina dan Ethiopia. "Penambahan saat ini ada sejak Februari ada 39 tenaga kerja asing dari Ethiopia. Mereka magang kerja di perusahaan garmen, tetap kita awasi," kata Sumardjito.

Baca juga: Menaker Yakin Ada Pihak yang Mengolah Isu TKA Ilegal Menjadi Isu SARA

Kompas TV Polisi Klarifikasi Isu Keberadaan Ribuan TKA Tiongkok



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X