Diperlakukan Diskriminatif, Guru SMA di Kaltim Turun ke Jalan

Kompas.com - 16/03/2017, 22:45 WIB
Ribuan guru dan murid SMA Swasta serta negeri mendatangi Kantor Gubernur Kaltim untuk menuntut keadilan Gubernur Kaltim tentang penyamarataan dana Bosda KOMPAS.com/Gusti NaraRibuan guru dan murid SMA Swasta serta negeri mendatangi Kantor Gubernur Kaltim untuk menuntut keadilan Gubernur Kaltim tentang penyamarataan dana Bosda
|
EditorReni Susanti

SAMARINDA, KOMPAS.com - Ribuan guru dan siswa SMA negeri dan swasta di Kalimantan Timur berunjuk rasa. Mereka menuntut penganggaran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk sekolah swasta. 

Koordinator aksi, Harimurti mengatakan, selain penganggaran BOS, pihaknya kecewa karena hanya guru PNS yang mendapatkan tunjangan mengajar. Padahal tahun-tahun sebelumnya, dana Bosda dan tunjangan guru swasta selalu dianggarkan.

“Para guru dan siswa berharap, Pemerintah Provinsi Kaltim tidak membedakan antara sekolah negeri dan swasta,” ujarnya, Kamis (16/3/2017).

Harimurti menjelaskan, kalau siswa swasta tidak mendapatkan dana Bosda akan timbul kesenjangan dan diskriminatif

"Tuntutannya hanya satu, jangan ada dikhotomi antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Jadi kalau sekolah negeri dikasih, swasta juga harus dikasih,” jelasnya.

Dampak dari ketidakadilan yang paling dirasakan dari kebijakan penghapusan Bosda dan insentif guru adalah guru swasta. Kebanyakan guru swasta dibayar sesuai jam mengajar. Tak sedikit para guru swasta memiliki pendapatan sangat kecil setiap bulannya.

“Para guru berharap, tunjangan untuk guru bisa tetap diberikan. Baik untuk guru di sekolah swasta, mapun guru di sekolah negeri,” ucapnya.

Salah seorang guru swasta, Rushan Aminuddin mengatakan, perlakuan terhadap guru negeri dan swasta harus sama karena yang dididik adalah anak-anak Kaltim.

"Tunjangan penghasilan tambahan untuk guru non PNS dikembalikan juga. Kita mendidik dan membina anak-anak Kaltim. Kemudian kami sebagai warga negara juga membayar pajak, jadi harus adil,” tuturnya.

Apalagi berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, mulai 2017, kewenangan pengelolaan SMA sederajat menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

Namun Pemprov Kaltim tidak menganggarkan sepeserpun dana Bosda untuk sekolah swasta. Imbasnya, untuk menutupi operasional sekolah swasta kemungkinan besar akan menarik iuran ke siswa yang jumlahnya bisa sangat besar. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X