Bukti Tak Lengkap, Polisi Lepas 2 Pegawai Pelni Diduga Pelaku Pungli Kelebihan Bagasi

Kompas.com - 15/03/2017, 09:24 WIB
Kalpolres Nunukan AKBP Pasma Royce. Masih belum cukup bukti terhadap pelaku pungli di pelabuhan Tunon Taka Nunukan, kepolisian Resort Nunukan melepaskan kedua pegawai Pelni yang tertangkap OTT tim Saber Pungli. Kontributor Nunukan, SukocoKalpolres Nunukan AKBP Pasma Royce. Masih belum cukup bukti terhadap pelaku pungli di pelabuhan Tunon Taka Nunukan, kepolisian Resort Nunukan melepaskan kedua pegawai Pelni yang tertangkap OTT tim Saber Pungli.
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN, KOMPAS.com – Polisi melepaskan kedua pegawai PT Pelni yang tertangkap tangan tim Saber Pungli Polres Nunukan, Kalimantan Utara, saat melakukan pungli di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Minggu (12/3/2017).

Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce mengatakan, penyidik masih ragu terhadap beberapa bukti yang telah dimiliki. Selain itu, masa penahanan terhadap kedua pegawai PT Pelni tersebut selama 1 X 24 jam telah habis.

"Kami punya kewenangan 1x24 jam, pada prinsipnya kasus ini tetap berjalan, cuma keyakinan penyidik ini untuk menahan seseorang alat bukti harus lengkap," ujarnya, Rabu (14/3/2017).

Pasma menambahkan, tim saber pungli telah mengantongi dua bukti terkait praktek pungli di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, namun pihaknya masih mendalami status dari para pelaku pungli tersebut.

Sebelumnya, Manajer PT Pelni Kantor Cabang Nunukan Chairianto mengaku, satu dari dua pelaku pungli di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan merupakan pegawai PT Pelni, namun keduanya merupakan pegawai lepas yang berseragam Pelni.

“Kami dalami pengakuan mereka yang bukan pegawai Pelni. Kami koordinasi ke Jaksa juga, kita tahu uangnya mengalir ke Bendahara Pelni itu yang kita dalami,” imbuh Pasma.

Pasma memastikan bahwa kasus pungli di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan akan terus berlanjut.

Polisi akan melakukan penahanan terhadap Samsul Bahri (65) dan Mahrup (47) jika barang bukti sudah lengkap.

Keduanya tertangkap operasi tangkap tangan tim saber pungli Polres Nunukan ketika melakukan pungli terhadap sejumlah penumpang kapal dengan alasan kelebihan bagasi atau palka barang di kapal, Minggu (12/3/2017), di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

(Baca juga: Pungli Kelebihan Bagasi, 2 Pegawai Pelni Kena OTT)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.