Temuan Benda Purbakala Tercecer, Semarang Butuh Museum

Kompas.com - 15/03/2017, 00:05 WIB
Sejumlah artefak, antara lain berupa Jaladwara (saluran air purbakala) ditemukan dilokasi Ekskavasi candi Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ekskavasi ditutup pada Senin (7/4/2014). Sebagian temuan dibawa tim peneliti untuk dikaji lebih lanjut. Kompas.com/ Syahrul MunirSejumlah artefak, antara lain berupa Jaladwara (saluran air purbakala) ditemukan dilokasi Ekskavasi candi Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ekskavasi ditutup pada Senin (7/4/2014). Sebagian temuan dibawa tim peneliti untuk dikaji lebih lanjut.
|
EditorReni Susanti

SALATIGA, KOMPAS.com - Para pegiat budaya di Kabupaten Semarang mendesak pemerintah setempat segera mewujudkan sebuah museum untuk menyimpan temuan benda-benda purbakala."Jangan hanya diinventarisir saja, perlu langkah penyelamatan agar tidak hilang," ujar Ketua Paguyuban Peduli Cagar Budaya Ratu Sima (PPCBRS) Kabupaten Semarang, Sutikno, Selasa (14/3/2017).

Menurut Sutikno, jika sebuah museum atau rumah arca bisa diwujudkan, pihaknya optimistis upaya penyelamatan peninggalan serta cagar budaya akan terlaksana secara berkelanjutan.

Tempat tersebut nantinya dapat digunakan untuk penelitian maupun obyek wisata edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar.

"Tidak hanya di Gedongsongo, tapi di wilayah lainnya juga banyak ditemukan. Seperti di Bergas, Pringapus, Bawen, Tuntang, Ambarawa bahkan di Ungaran sendiri," ujarnya.

Sutikno mengajak masyarakat yang peduli terhadap warisan budaya untuk mencurahkan pemikiran demi terwujudnya museum ini.

Pihaknya pun mengapresiasi masyarakat melalui sejumlah komunitas peduli cagar budaya yang ikut mengawasi benda-benda cagar budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat.

"Tapi tidak hanya menginventarisir atau melaporkan ke instansi terkait saja, namun tetap mengedepankan pengawasan. Jangan sampai benda maupun cagar budaya pindah lokasi," tuturnya.

 

(Baca juga: Belum Ada Tempat Menyimpan, Benda Sejarah di Semarang Dikubur Lagi)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih menegaskan, pembangunan sebuah museum untuk menampung benda-benda purbakala bukan sekedar wacana.

Saat ini pihaknya sedang mengkaji tentang standar pengelolaan sebuah museum. "Insyaallah sudah dianggarkan. Sekarang sedang mengkaji standar pelayanan minimal museum itu seperti apa," kata Dewi.

Seperi diketahui, 2014 lalu, sebuah misi ekskavasi dari Pusat Arkeologi Nasional di kawasan yang diduga menjadi lokasi jejak peninggalan Wangsa Sailendra di Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menemukan bangunan yang diperkirakan merupakan struktur fondasi candi.

(Baca juga: Ekskavasi "Ngreco", Tim Arkeolog Temukan Struktur Fondasi Candi)

 

Sebelumnya, tim ini sudah lebih dulu menemukan potongan batu bata, gerabah, arca jaladwara, serta batu umpak candi di lokasi yang sama. Sebagian artefak yang ditemukan, seperti gerabah dan batu bata, sudah dibawa ke pusat penelitian.

Sementara itu, temuan lain berupa umpak candi dan jaladwara terpaksa dikubur lagi di lokasi penggalian lantaran tidak ada tempat penyimpanan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Regional
Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Regional
Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Regional
Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Regional
Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

Regional
Kapolda Riau Berikan Bantuan Obat Covid-19 ke RS Rujukan

Kapolda Riau Berikan Bantuan Obat Covid-19 ke RS Rujukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X