Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/03/2017, 14:21 WIB
Andi Hartik

Penulis

MALANG, KOMPAS.com - Sukses menjadi juara di Piala Presiden, tim Arema FC disambut gembira ribuan Aremania saat kembali ke Malang, Selasa (14/3/2017).

Ribuan suporter setia tim Singo Edan itu sudah berkumpul di Bandara Abdulrachman Saleh sekitar pukul 19.15 WIB.

Para pemain dan trofi yang diraih Arema diarak menggunakan mobil Jeep dengan diiringi konvoi para Aremania menuju Pendopo Kabupaten Malang. Kemudian konvoi dilanjutkan dengan mengelilingi Kota Malang dan berakhir di Balai Kota Malang.

"Kami bersyukur bahwa Allah memberkahi Arema menjadi juara di Piala Presiden. Saya kira ini juga merupakan hadiah kepada masyarakat pecinta sepak bola," kata Bupati Malang, Rendra Kresna, setelah menyambut kedatangan tim Arema FC di Pendopo Kabupaten Malang.

Rendra yang juga menjadi Presiden Kehormatan Arema FC berharap, kemenangan itu menjadi penyemangat tim Arema FC dalam mengarungi pertandingan-pertandingan selanjutnya, terutama dalam menghadapi Liga-1 yang merupakan liga paling bergengsi di Indonesia.

"Kemenangan ini saya kira sebagai penyemangat untuk nanti memulai gelar pertandingan paling bergengsi Liga-1," katanya.

(Baca juga: Resep Kemenangan Telak Arema atas PBFC)

Dia juga berharap, tidak ada lagi sentimen negatif tentang sepak bola di Indonesia. Menurutnya, sepak bola adalah olah raga yang paling menghibur.

"Di Indonesia ini, sepak bola itu jangan sampai kemudian terkesan sebagai sebuah horor. Tapi sepak bola sebagai hiburan yang menyegarkan, ditunggu-tunggu oleh masyarakat," ungkapnya.

Hingga saat ini, konvoi untuk kemenangan Arema FC masih berlangsung. Para Aremania masih memenuhi halaman Balai Kota Malang untuk mengantar tim kesayangan mereka.

Arema FC menyabet gelar juara Piala Presiden setelah berhasil mengalahkan Pusamania Borneo FC di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat dengan skor 5-1 dalam laga laga final.

(Baca juga: God Bless dan Koneksi Lintas Usia di Balik Kesuksesan Arema)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com