Terlibat Pungli Kuota Gas, Tiga Pegawai Pertamina Jadi Tersangka

Kompas.com - 13/03/2017, 18:07 WIB
Jelang lebaran, warga Kabupaten Nunukan kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi 3 kilogram. Sejumlah pengecer mengaku LPG yang baru diturunkan dari truk telah dipesan. Harga yang seharusnya 16.500 juga meroket menjadi 25.000 rupiah. Kontributor Nunukan, SukocoJelang lebaran, warga Kabupaten Nunukan kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi 3 kilogram. Sejumlah pengecer mengaku LPG yang baru diturunkan dari truk telah dipesan. Harga yang seharusnya 16.500 juga meroket menjadi 25.000 rupiah.
|
EditorReni Susanti

BALIKPAPAN, KOMPAS.com -Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Polda Kalimantan Timur menetapkan tiga pegawai Marketing Operation Regional VI PT Pertamina sebagai tersangka dalam pengaturan kuota LPG bagi agen se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Ketiganya tertangkap menerima gratifikasi atau pungutan pada Jumat (10/3/2017) lalu beserta barang bukti uang Rp100.400.000.

"Kami mengamankan ketiganya. Dari mereka, tim berhasil mengamankan barang bukti berupa uang,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Senin (13/3/2017). 

Ade menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan distributor LPG yang keberatan atas pengaturan kuota LPG dan pungli.

Setelah melakukan penyelidikan, tim sepakat melakukan pengungkapan pada Jumat (10/3/2017) pukul 14.00 Wita di Kantor Pertamina Unit VI, ruangan A22. Saat itu, tengah diadakan pertemuan agen dan distributor untuk wilayah Kalimantan Timur dan Utara.

Begitu memasuki ruangan, polisi mendapati para agen dan distributor mengantre untuk memeroleh tanda tangan kontrak kuota yang dilakukan per tiga bulan. 

Berbekal surat izin pemeriksaan, polisi memeriksa dan menggeledah beberapa ruangan, termasuk ruangan Manager Gas Domestik Region VI.

Dari pemeriksaan itu, polisi membawa 5 kotak dokumen LPG, tiga saksi, beserta alat komunikasi telepon seluler. Kegiatan pemeriksaan berakhir pada pukul 16.15 wita dan dilanjutkan pemeriksaan di Polda Kaltim hingga malamnya.

Polisi pun mengamankan ketiga oknum pegawai Pertamina, yakni MI (30) dengan barang bukti uang Rp 41.457.000. Kemudian NM (44) Rp31 juta, dan HT (43) dengan barang bukti uang Rp 8 juta.

Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X