Beri "Uang Ketok" kepada DPRD Sumut, Gatot Pujo Divonis 4 Tahun Penjara

Kompas.com - 09/03/2017, 20:29 WIB
Mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim PN Medan, Kamis (9/3/2017) KOMPAS. com / Mei LeandhaMantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim PN Medan, Kamis (9/3/2017)
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Vonis lebih berat dari tuntutan penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Didik Setyo Handono kepada mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Gatot divonis empat tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan, Kamis (9/3/2017).

Hakim menilai, Gatot terbukti memberi suap yang diistilahkan " uang ketok" kepada pimpinan dan anggota DPRD Sumatera Utara yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 61 miliar.

Baca juga: Terima Suap dari Gatot Pujo Nugroho, Tujuh Anggota DPRD Sumut Ditahan KPK

Setelah mendengar vonis tersebut, Gatot tak menjawab sepatah kata pun pertanyaan wartawan. Dia menyalami penuntut dari KPK, lalu berbalik mengikuti penjaga tahanan.

Semua pertanyaan yang terlontar sepanjang perjalanannya menuju sel tahanan sementara Pengadilan Negeri Medan dijawabnya dengan melambaikan tangan.

Sementara, tim penuntut KPK Wawan Yusnarwanto menyatakan pikir-pikir. Namun pihaknya mengapresiasi vonis hakim karena sependapat dengan KPK dan sesuai dengan apa yang didakwakan.

Pihaknya akan mengembangkan kasus ini karena berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, Gatot melakukannya secara bersama-sama.

"KPK akan menindaklanjuti apa yang disampaikan hakim, tapi untuk nama-nama kita belum bisa sampaikan sekarang," kata Wawan.

Dia mengungkapkan, kasus "uang ketok" adalah kasus terakhir Gatot di KPK.

"Sudah tiga perkara, pertama suap hakim PTUN Medan, bansos Kejagung, dan yang terakhir ini," katanya lagi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Regional
Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Regional
Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Regional
Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Regional
TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

Regional
Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Regional
Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Regional
Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Regional
KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

Regional
Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Regional
9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

Regional
Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan...

Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan...

Regional
Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, Vetsin

Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, Vetsin

Regional
Sesaat Sebelum Tewas Dibunuh, Ibu Ini Menelepon Anaknya, Ternyata Dibunuh Oleh Suami Siri

Sesaat Sebelum Tewas Dibunuh, Ibu Ini Menelepon Anaknya, Ternyata Dibunuh Oleh Suami Siri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X