Polisi Usut Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di Kendari

Kompas.com - 09/03/2017, 06:09 WIB
Ilustrasi pemukulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pemukulan.
|
EditorErlangga Djumena

KENDARI, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Bondoala masih melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi terkait insiden bentrokan antara pekerja lokal dengan tenaga kerja asing ( TKA) asal China di pabrik pemurnian nikel milik PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) yang beroperasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (7/3/2017).

Kapolsek Bondoala AKP Samuel Simanjuntak mengatakan, empat pekerja yang diduga terlibat perkelahian telah dimintai keterangan kemarin. Mereka juga telah divisum karena sama-sama mengaku menjadi korban dalam insiden itu.

"Belum ada tersangka, kita masih akan periksa beberapa orang saksi di lokasi kejadian seperti securiti dan beberapa pekerja lainnya termasuk pihak perusahaan kalau memang dianggap perlu," tutur Samuel dihubungi via telepon, Rabu (8/3/2017).

Dalam kasus tersebut, lanjutnya, tidak ada barang bukti yang disita karena yang terlibat dalam pertikaian itu hanya menggunakan tangan kosong.

"Tidak ada penahanan terhadap kedua kelompok pekerja karena mereka saling lapor. Empat pekerja yang telah kita periksa dari TKA adalah Mr Wang dan Mr Wang Tong Tong, dari TKI ada nama Iwan dan Mitra," terangnya.

Sementara itu, pihak kantor Imigrasi Kendari menyebutkan, pihaknya akan mendeportasi Tenaga Kerja Asing (TKA) jika terbukti bersalah telah melakukan pemukulan terhadap pekerja lokal.

Kepala Sub Seksi Informasi Imigrasi Kendari, Muhammad Keti mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi terkait konflik itu di perusahaan tambang tersebut.

"Laporan yang masuk ada lima warga asing sudah kita catat. Kami pastikan akan melakukan deportasi jika TKA terbukti bersalah di pengadilan," ungkap Keti.

Namun demikian, pihak imigrasi masih menunggu proses hukum yang masih berjalan di Polsek Bondoala.  

"Jika TKA ini di pengadilan bersalah, satu minggu sebelum bebas kita akan jemput di rutan atau di manapun dia ditahan kemudian kita pastikan langsung deportasi ke negara asalnya tanpa ada negosiasi lagi," tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di pabrik pemurnian nikel milik PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) yang berada di Kabupaten Konawe, Sultra, Selasa (7/3/2017), terlibat bentrok dengan pekerjaan lokal yang juga bekerja di perusahaan yang sama.

Aksi itu diduga dipicu pemukulan yang dilakukan oleh Kepala Divisi Eksa Mr Wang kepada salah seorang tenaga kerja lokal bernama Iwan (35) pada Senin (6/3/2017) sore.

Baca: Tenaga Kerja asal China Bentrok dengan Pekerja Lokal di Kendari



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X