Antisipasi Angkot Bandung Mogok, Polisi Terjunkan 1.675 Personel

Kompas.com - 08/03/2017, 18:08 WIB
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAKapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Polrestabes Bandung akan menerjunkan 1.765 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa dan mogok massal pengemudi angkutan kota (angkot) di Kota Bandung, Kamis (9/3/2017) besok.

"Rencana pengamanan kita lakukan di titik kumpul yang diindentifikasi ada16 titik kumpul seperti Ciroyom, Terminal Cicaheum, Terminal Leuwipanjang, Bandara Husein, Sastranegara, Cibereum, ITC Kebonkalapa, Pasirkoja, Terminal Antapani hingga Bunderan Cibiru," kata Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, Rabu (8/3/2017).

Lebih lanjut Hendro menambahkan, saat sopir angkot mogok, 1.765 personel tersebut sebagian akan disebar di rute-rute angkot Bandung biasa beroperasi, mulai dari titik kumpul hingga ke lokasi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Di sana, para sopir angkot yang mogok akan menyuarakan penolakan terhadap keberadaan angkutan umum berbasis online.

Menurut dia, terdapat beberapa rute angkot Bandung yang dikhawatirkan menimbulkan konflik berupa pemaksaan kehendak hingga tindak pidana penganiayaan. 

"Kami pastikan aksi berjalan tertib, tidak anarkis dan tidak melanggar hukum," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung, AKBP Asep Pujiyono mengimbau kepada orangtua siswa agar meluangkan waktu untuk mengantarkan anaknya ke sekolah karena rencana aksi mogok sopir angkot Bandung ini. 

"Orangtua sempatkan antar anaknya ke sekolah, apalagi yang sedang ujian agar tidak terlambat. Untuk pengemudi angkutan online jangan ada yang beroperasi biar aman. Kalau masih beroperasi cari masalah namanya," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X