Konflik Angkutan Konvensional dan Online di Malang Sulit Diatasi

Kompas.com - 08/03/2017, 05:36 WIB
Sejumlah sopir angkot saat menunggu keputusan atas tuntutannya terkait angkutan online, Selasa (7/3/2017) di depan Gedung DPRD Kota Malang. KOMPAS.com/ANDI HARTIKSejumlah sopir angkot saat menunggu keputusan atas tuntutannya terkait angkutan online, Selasa (7/3/2017) di depan Gedung DPRD Kota Malang.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MALANG, KOMPAS.com - Konflik antara pengemudi angkutan konvensional dan angkutan online di Kota Malang, Jawa Timur, masih belum mengarah pada jalan keluar.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diharapkan menjadi penengah atas konflik itu juga merasa kesulitan.

Ketiadaan aturan yang jelas terkait dua jenis mode angkutan itu membuat pemangku kebijakan tidak bisa mengambil tindakan tegas.

"Ini adalah sesuatu memang dari sisi bisnis lebih efisien, lebih murah. Itu harus diakui. Tapi ini juga menggoyahkan taksi konvensional yang mesti dicarikan jalan keluar. Sampai sekarang ketentuannya belum ada," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Pengawasan Obat dan Makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan di Kota Batu, Selasa (7/3/2017).

Pria yang biasa dipanggil Gus Ipul itu mengatakan, kedatangan angkutan online merupakan sebuah keniscayaan atas berkembangnya teknologi. Meski demikian, keberadaan taksi konvensional tidak bisa dihilangkan begitu saja. Hal ini telah menjadi tantangan di berbagai negara di dunia.

Menurut Gus Ipul, upaya satu-satunya yang bisa ditempuh adalah melakukan musyawarah dengan dua pihak yang bertentangan supaya mendapatkan jalan keluar.

"Kita harus musyawarah. Kita harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar," kata Saifullah Yusuf.

Mogok lagi

Sementara itu, sejumlah sopir angkutan kota di Kota Malang kembali melakukan aksi mogok massal. Mereka masih ngotot meminta ketegasan pemerintah untuk menutup angkutan online.

Karena tidak ada angkot yang beroperasi, sejumlah penumpang telantar. Kendaraan milik Satpol PP tampak mengangkut penumpang yang terlantar itu.

Sementara itu, di gedung DPRD Kota Malang masih berlangsung mediasi yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mediasi berlangsung tertutup. Para pihak yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Begitu juga dengan wartawan.

Dalam mediasi yang diberlangsung pada Senin (27/2/2016) pekan lalu, sebetulnya sudah menemui kesepakatan antara angkutan online dan konvensional dengan menentukan sistem zonasi.

Sayangnya, kesepakatan itu dianggap tidak berlaku dan para sopir angkot kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Malang pada Senin (6/3/2017) kemarin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Regional
Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Regional
DPRD Jabar Digeledah KPK, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 8,5 Miliar

DPRD Jabar Digeledah KPK, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 8,5 Miliar

Regional
Perjalanan Pemuda Belasan Tahun Keroyok Anggota TNI hingga Divonis Penjara 3,5 Bulan

Perjalanan Pemuda Belasan Tahun Keroyok Anggota TNI hingga Divonis Penjara 3,5 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X